Kawasan Sunan Kuning Akan Ditata Jadi Wisata Kampung Tematik

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Setelah 53 tahun beroperasi, Pemerintah Kota Semarang akhirnya secara resmi menghentikan kegiatan prostitusi di kawasan Rehabilitasi Sosial (Resos) Argorejo atau yang lebih dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning (SK), baru-baru ini.

Proses penutupan lokalisasi Sunan Kuning dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, berjalan lancar dengan dihadiri oleh ratusan warga binaan Resos Argorejo.

Proses penutupan ditandai dengan pemasangan papan identitas bertuliskan “Kawasan Argorejo Bebas Prostitusi” oleh Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu. Papan tersebut kemudian diletakkan di depan pintu gerbang bekas kompleks lokalisasi Sunan Kuning di Jalan Sri Kuncoro, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang.

Hendi menegaskan bahwa jika penutupan lokalisasi Sunan Kuning merupakan program pemerintah pusat, yang didukung oleh Pemrintah Kota Semarang.

“Ini sudah menjadi program pemerintah pusat, yang menargetkan ditutupnya lokalisasi di Indonesia. Paling lambat tahun 2019. Kami di Pemerintah Kota Semarang mendukung program tersebut karena memiliki tujuan yang baik,” jelasnya.

Hendi menuturkan keputusan menutup lokalisasi Sunan Kuning telah final dan tidak dapat ditawar lagi. “Maka kompleks Argorejo sebagai lokasi prostitusi secara resmi ditutup. Itu sudah menjadi keputusan pemerintah, sifatnya final dan tidak main-main,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendi juga mengungkapan jika penutupan Sunan Kuning berjalan lancar tanpa konflik. “Dari awal, komitmen kami ingin menutup tanpa ada konflik. Makanya, kami lakukan dengan humanis dan dijalankan dengan beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, mediasi, sampai saling sepakat,” cerita Hendi.

Sebagai bentuk komitmen, pihaknya telah memberikan tali asih kepada para wanita pekerja seks (WPS). “Mungkin yang kami berikan nilainya jauh dibandingkan dengan perolehan saudari kita yang bekerja di sini selama bertahun-tahun, tetapi InsyaAllah berkah,” tandasnya.

Hendi juga mengharapkan, pasca ditutupnya lokalisasi Sunan Kuning, para WPS diharapkan dapat membuka lembar baru dengan pekerjaan halal ataupun membuka usaha. “Tak penting besar atau kecilnya usaha, jika dijalani dengan ikhlas dan kerja keras, InsyaAllah akan memperoleh hasil yang baik. Yang terpenting mencari pendapatan yang halal,” pesannya.

“Selanjutnya PR kami adalah melakukan penataan kawasan ini agar menjadi daya tarik wisata yang lebih positif. Misalnya melalui program kampung tematik, di mana telah terbukti mampu mengubah berbagai wilayah di Kota Semarang menjadi lebih baik,” terang Hendi. (Sen)