Rumahnya Diperbaiki Pemerintah, Begini Perasaan Mbah Suwarti

oleh

DEMAK, RAKYATJATENG – Awalnya, Suwarti (71) merasa kesal dan kecewa dengan anaknya ketika mengetahui rumah yang dihuni bertahun-tahun akan dibongkar.

Ia mengira tanah rumah itu akan dijual. Padahal sebaliknya, rumahnya justru dibongkar untuk diperbaiki agar layak huni.

Ya, rumah perempuan lanjut usia ini terpilih mendapatkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) setelah diajukan oleh kepala dusunnya untuk divalidasi kelayakannya. Tidak menyangka karena mendapatkan bantuan pembangunan RTLH, Suwarti sekeluarga pun terharu.

Menantunya, Mu’minah (56) tak henti bersyukur karena rumah yang dihuni oleh mertuanya itu akhirnya bisa diperbaiki. Maklum saja, selama ini Suwarti tidak mau diajak untuk tinggal bersama anak-anaknya dan memilih untuk menempati rumahnya meski dengan kondisi seadanya.

“Kemarin itu waktu dibongkar katane mbahe rumahnya mau saya jual, agak kecewa sedikit ya ini. Katanya nggak mau tidur ditempat saya, mau tidur di bekasnya ini, nggak mau masuk,” jelas Mu’minah pada acara Ground Breaking Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng di Desa Kangkung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2019).

Diceritakan, selama ini aktivitas Mbah Suwarti adalah ke kebun untuk mencangkul, membersihkan rumput, terkadang juga memanen ketela untuk kemudian dijual ke Pasar Mranggen dengan berjalan kaki. Menurut Mu’minah, meski sudah memasuki usia senja, Mbah Suwarti memang masih giat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kini sebentar lagi rumah yang ia huni bertahun-tahun itu akan dibangun menjadi lebih baik dalam jangka waktu sekitar tiga bulan.

Senada dengan keluarga Mbah Suwarti, Yanto (30) dari Dukuh Senggrong, Desa Kangkung juga sangat kaget dan bersyukur karena mendapatkan bantuan pembangunan RTLH. Ia berharap dengan adanya program desa binaan ini, ke depan Desa Kangkung bisa lebih maju.

“Mugi-mugi barokah lan mawaddah, dan moga-moga Desa Kangkung lebih maju tidak seperti yang dulu lagi. Mudah-mudahan pemerintah semakin maju dan rakyat juga semakin maju,” ujar lelaki yang kesehariannya bekerja di proyek ini.

Peletakan batu pertama pun dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah bersama dengan perangkat desa, bhabinkamtibmas dan seluruh yang hadir di acara tersebut secara keroyokan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum menyampaikan, kegiatan Satu SKPD Satu Desa Binaan ini merupakan sebuah pendampingan untuk kabupaten yang masih termasuk kategori merah, dengan tingkat kemiskinan yang perlu diturunkan kembali. Pada kesempatan ini Diskominfo Provinsi Jawa Tengah mendapat tugas untuk melakukan pendampingan di Desa Kangkung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

“Harapannya ke depan desa ini menjadi lebih sejahtera dan lebih mandiri. Baik secara finansial ada peningkatan ekonomi maupun mindset tentang wawasan kebangsaan,” ungkap Riena.

Ditambahkan, program Satu SKPD Satu Desa Binaan ini akan terus berkesinambungan dan tidak berhenti di tengah jalan. Sehingga diharapkan mampu  menurunkan angka kemiskinan.

“Kami tidak sendiri. Kami terus bersinergi dengan seluruh SKPD terkait untuk sama-sama membangun di Desa Kangkung ini,” tandasnya.