BPOM Dorong Kemandirian Pelaku Usaha

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong kemandirian pelaku usaha melalui dukungan iklim usaha dengan memberikan bimbingan dan pendampingan agar pelaku usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu berdaya saing.

Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito menyampaikan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan banyak tangan. “Sinergisme Academic-Business-Government (ABG) mutlak diperlukan, sehingga strategi pengembangan UMKM dapat berjalan selaras,” ungkapnya.

Salah satu bentuk sinergi tersebut adalah dengan penyelenggaraan talkshow Forum Koordinasi Teknis Pengembangan UMKM dengan tema “Melalui Sinergisme Pemangku Kepentingan ABG, Badan POM Mendukung UMKM Berdaya Saing Menuju Indonesia Maju” di Kabupaten Semarang, Selasa (10/9).

Talkshow menghadirkan narasumber Kepala Badan POM sebagai wakil pemerintah, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai wakil pemerintah daerah, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro sebagai wakil akademisi, dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebagai wakil pelaku usaha.

Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi antara lain SKPD terkait, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia, Universitas serta para pelaku usaha.

Kepala Badan POM memaparkan bahwa rentang 2013-2018 Badan POM telah melakukan bimbingan teknis tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) kepada 48.987 UMKM.

Baik bimbingan teknis secara langsung maupun tidak langsung melalui kinerja pemberdayaan fasilitator keamanan pangan yang telah dilatih.

“Sebanyak 1.255 orang fasilitator yang telah dilatih berasal dari organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah, Salimah dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia/IPEMI dan 9 Politeknik Kesehatan Medan, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta,” kata Penny.

Sinergi dengan berbagai elemen yang dilakukan oleh Badan POM menunjukkan bahwa setiap pihak berperan dan mendukung pengembangan UMKM berdaya saing.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama bersinergi mendukung strategi perkembangan UMKM di Indonesia, baik melalui pembinaan maupun pengawasan. Bersama kita wujudkan Indonesia yang maju dan terdepan dengan munculnya UMKM berdaya saing unggul,” ujarnya.

Di akhir acara, Badan POM memberikan Nomor Izin Edar (NIE) kepada 13 UMKM yang berada di sekitar Jawa Tengah. Diantaranya, CV Maju Jaya Indonesia, CV Puji, PT Bonanza Megah, Makutarama, UD Aditya Mandiri, Adarasa, CV Jaya Abadi Sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan pula Piagam Bintang Keamanan Pangan di Sekolah kepada SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, SDN 5 Ungaran, SDN 2 Langensari, MI Muhammadiyah Tanjung Sari, SMPN 3 Batang dan SMAN 1 Ngemplak Boyolali. (sen)