Hendi Tegaskan Pentingnya Menjaga dan Mengawal Tegaknya NKRI

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Persoalan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) sudah selesai 74 tahun lalu saat Bung Karno dan Bung Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Begitulah yang disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri kegiatan masyarakat di Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (7/9) lalu.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu juga mengingatkan kembali pentingnya semangat menjaga dan mengawal tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat ini, lanjut Hendi, adalah waktunya membangun dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta kompetitif tanpa perlu lagi mengutak-atik dasar negara yang telah diperjuangkan para pendahulu.

Karenanya, Hendi mengingatkan untuk tak lagi mempermasalahkan hal-hal berbau etnis, agama. Lebih lanjut, Hendi mengingatkan pula bahwa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke memiliki 714 suku dan bermacam agama yang sudah bersepakat menjadi satu dengan nama Indonesia.

Untuk itu, Hendi meminta kepada seluruh warga agar dapat menciptakan kondusivitas dan meluruskan jika masih ada yang berusaha mempersoalkan serta menggunakan isu etnis, agama dan SARA untuk memecah belah.

Kondusivitas yang sudah terbangun baik ini, lanjutnya, perlu terus dijaga karena akan sangat berpengaruh terhadap proses pembangunan yang ada. “Membangun itu mudah, namun akan menjadi susah kalau situasinya tidak kondusif,” ingatnya.

Dalam kesempatan yang sama Hendi mengajak pula para orang tua untuk dapat menjaga dan mendampingi putra-putrinya dalam berselancar di dunia maya. Hal ini dikarenakan tantangan anak muda jaman now yang lebih kompleks dan tak terbatas termasuk pada kemungkinan masuknya hal-hal negatif hingga paham radikal.

Maka dengan kondusivitas yang terjaga, Hendi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama membangun Kota Semarang dan bangsa Indonesia yang semakin maju dan hebat.

Dicontohkan dalam konsep bergerak bersama oleh Hendi, adalah dengan menjaga lingkungan bersih nyaman serta sehat melalui kerja bhakti ataupun pembangunan jamban sebagai salah satu bentuk dukungan program Open Defecation Free (ODF).

Hal itu sebagai kondisi, ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan atau melalui jamban. (sen)