530 Atlet Ikut Kejuaraan Panahan Piala Dandim Demak Cup 2019

oleh

DEMAK, RAKYATJATENG – Sebanyak 530 atlit dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Panahan Terbuka Tingkat Jateng Piala Dandim Demak Cup 2019.

Lomba Panahan yang berlangsung Jumat – Minggu (6-8/9/2019) di Stadion Pancasila, Demak tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Demak , M Natsir. Event tahunan ini juga dihadiri Wakil Bupati Joko Sutanto, Forkopimda dan seluruh atlet peserta serta official.

Lomba memanah yang digelar untuk kedua kalinya ini berlangsung semarak. Para Archery (pemanah) terlihat bersemangat meski matahari panas membakar Kota Wali, mereka terus menarik busurnya dan membidik sasarannya.

“Kejuaraan Panahan ini salah satu upaya kami untuk menjalin silaturahmi sesama pecinta olah raga memanah dan juga mempererat persatuan dan kesatuan,” kata Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Infantri Abi Kusnianto.

Menurutnya, olahraga
panahan termasuk olahraga yang sudah lama dikenal masyarakat, namun menjadi salah satu cabang olahraga baru di Kabupaten Demak. Meski tergolong baru, cabang olah raga ini langsung mendapatkan tempat di tengah masyarakat Kota Wali.

“Panahan ini cocok dengan Kota Wali, yang kental dengan nuansa religiusnya, apalagi memanah menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw,” tuturnya.

Pada kejuaraan Panahan kali ini, terdapat 7 kategori yang dilombakan yakni kategori usia 9 tahun (U-9), kemudian U-12, U-15, U-25, kategori tradisional, barebow 20 meter dan barebow 50 meter.

Masing-masing kategori ini terdiri atas putra, putri dan beregu dengan memperebutkan 114 medali.

Pada hari pertama kejuaraan dipertandingan kelas umur U-9 dan 15 tahun. Di antara peraih juara 1,2 dan 3 untuk U-9 putri adalah Fitriya Erista dengan skor nilai 706, Asiyah Qonita (693) dan Syahra Asma (675).

Kemudian U-9 putra, Alfaidli Nur (696), M Leone Lingga (679) dan Ilyas Bahtiar (678).

Pada kelas usia 15 juara 1,2 dan 3 diraih Mirza Muhamad (684), Rahmat (671) dan Arnoldinihan (669), kemudian U-15 putri Selvina Sahrani (683), Aisyah Moeza (670) dan Lintang Ayoedia (670). (yon)