Tayang Mulai 12 September, Warkop DKI Reborn 3 Usung Konsep Dono Kasino Indro Versi Milenial

oleh
Aliando Syarief sebagai Dono, Adipati Dolken sebagai Kasino, dan Randy Nidji sebagai Indro dalam Warkop DKI Reborn 3. (net)

JAKARTA, RAKYATJATENG – Film Warkop DKI Reborn 3 akan segera tayang pada 12 September 2019. Dibintangi oleh Aliando Syarief sebagai Dono, Adipati Dolken sebagai Kasino, dan Randy Nidji sebagai Indro, film ini berusaha menghadirkan sosok tiga komedian legendaris Indonesia tersebut dengan gaya milenial.

Indro Warkop, yang ikut terlibat dalam film ini, mengatakan bahwa konsep milenial diusung agar bisa menjangkau para penonton yang masih berusia belia. Menurutnya, cara ini harus dilakukan sebagai bentuk penyesuaian diri dengan zaman. Sosok Dono Kasino Indro, menurut pria bernama asli Indrodjojo Kusumonegoro itu perlu disegarkan.

“Kami ingin melestarikan (Warkop DKI, Red), tapi nggak bisa pada zamannya terus, harus menyesuaikan diri juga. Lebih menyesuaikan keadaan saat ini. Ceritanya, itu Warkop zaman dulu saat mereka muda. Warkop zaman awal-awal, tapi ceritanya sudah masuk kekinian,” kata Indro.

Menurut Indro, mengubah sosok Dono Kasino Indro menjadi lebih muda dan tampak kekinian adalah bagian dari seni dunia film. “Kami berkesenian. Kami melestarikan bukan menggantikan, sekitar 70 persen sudah keren banget jika karakter dan gesturnya mirip. Sebab kami juga tak mau plagiat. Syukur-syukur mereka (Aliando, Adipati, Randy, Red) lebih dari itu. Celetukan-celetukan pun harus masih relate dengan zaman sekarang,” jelas Indro.

Lebih lanjut, Indro menjelaskan bahwa unsur kritik sosial yang juga kerap disampaikan Warkop pada zamannya juga dilakukan di film ini. “Tetap ada kritik sosial, tapi lebih halus dan satir. Lagu-lagu Warkop juga masih dinyanyikan khas oleh pemainnya saat ini,” ujarnya.

Proses syuting film ini sendiri memakan waktu tiga bulan di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari Jakarta sampai Maroko.

“Ceritanya saya nih agen rahasia yang merekrut orang. Saya sebagai Komandan Cok, ada money laundry di perusahaan film melibatkan sindikat internasional,” kata Indro.

Menyoal pemilihan tokoh pemeran Dono Kasino Indro, ia menegaskan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi Aliando, Adipati, dan Randy untuk membuktikan kualitas mereka sebagai aktor kepada publik. Dituntut memerankan tiga sosok yang punya nama besar dan legendaris adalah tantangan yang tentu saja cukup berat.

“Label legenda bukan kami yang minta. Secara akademik harus ada pembuktian, legacy. Seberapa kuat sih legacy-nya. Ketika Batman dan superhero lain yang muncul sejak dulu masih eksis, saya ingin Indonesia punya itu. Ya walaupun superheronya belum, paling nggak dari pelawaknya,” tutup Indro. (JPC)