Pindahkan Pasien, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Gunakan Mobil Listrik

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang resmi menggunakan inovasi teknologi mobil ramah lingkungan (mobil listrik) guna memindahkan pasien antar ruangan. Inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien di Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Pasalnya, dengan luas rumah sakit di daerah Ketileng Kota Semarang yang sekitar 23 hektar, kemudahan pasien dalam menjangkau tiap ruangan dirasa penting dalam pelayanan.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat meluncurkan mobil listrik transport pasien di halaman Paviliun Gatotkaca RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Rabu (21/8).

“Mobil listrik ini akan digunakan untuk pelayanan untuk pasien dan dokter mengingat luas Rumah Sakit yang mencapai 23 hektar. Bagi mereka yang kondisinya prima tentu tidak menjadi masalah berjalan kaki sembari olah raga, tapi bagi yang kondisinya tidak fit atau sakit, kendaraan ini akan sangat diperlukan,” jelas Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu.

Di sisi lain, dalam kesempatan itu dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kanwil Semarang yang telah berpartisipasi dalam menyediakan 1 unit mobil listrik di RSUD KRMT Wongsonegoro.

Menurut Hendi hal tersebut merupakan wujud konsep Bergerak Bersama yang dicetuskan pada masa kepemimpinannya sejak tahun 2017. Konsep Bergerak bersama di mana semua pihak ikut aktif membangun Kota Semarang sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.

“Ini semakin mengukuhkan yang namanya konsep bergerak bersama. Bapak ibu yang besar dan tinggal di Semarang jangan hanya menuntut haknya saja, tetapi mari kita bersama-sama melakukan percepatan pembangunan sesuai bidang masing-masing. BNI dengan CSRnya, dokter, perawat dan keluarga besar RSUD dengan bidangnya masing-masing, melayani dengan ramah, ikhlas, senyum itu pasti yang diharapkan oleh setiap pasien,” tegas Hendi.

Lebih lanjut Hendi menguraikan hasil dari konsep Bergerak Bersama yang sudah dapat dirasakan. Buktinya riil dan terukur, yaitu angka statistik Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang naik dari angka 5,8 menjadi 6,52.

“Dengan konsep bergerak bersama, percepatan pembangunan sangat dirasakan oleh masyarakat. Apabila diukur dengan nilai statistik yang ada berdasarkan BPS, di saat daerah lain masih mengeluhkan ekonomi sulit, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang naik dari 5,8 menjadi 6,52 persen. IPM naik, infrastrukturnya berkembang pesat” jelas Hendi.

Dengan berhasilnya konsep bergerak bersama, Hendi optimis apabila konsep ini terus dipertahankan, maka cita-cita Semarang Hebat akan tercapai, bahkan bukan tidak mungkin akan menyalip lebih hebat dari kota-kota yang lain.

“Sehingga mari kita pertahankan konsep bergerak bersama ini, proporsional sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan masing-masing. Bila itu bisa kita pertahankan maka Insyaa Allah tujuan kita untuk membuat Kota Semarang menjadi hebat bisa segera tercapai, bahkan semakin hebat dari kota-kota yang lain,” harapnya.

Di akhir sambutan, Hendi mendorong pihak swasta lain untuk mencontoh BNI. Menurutnya, BNI bisa menjadi role model untuk BUMN atau perusahaan swasta yang lain di Kota Semarang. Kasih CSR untuk kota Semarang, bukan untuk wali kota Semarang tetapi untuk Kota Semarang dan warga Semarang. “Dengan demikian pembangunan akan semakin cepat, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, dan masyarakatnya akan semakin sejahtera,” pungkas Hendi.

Sementara itu, I Gusti Dharma Putra, yang menjabat sebagai HCR Head Consumer and Retail BNI Kantor Wilayah Semarang usai menyerahkan 1 unit mobil jenis Golf Car dengan nilai 192 juta, mengatakan BNI tidak hanya BUMN tetapi agen pembangunan, pemberian mobil ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat.

“BNI sebagai BUMN sekaligus agen pembangunan dan pemberian bantuan golf car ini sebagai wujud kepedulian kami sebagai lembaga Perbankan terhadap masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” ujar Gusti.

Gusti juga mengatakan kerja sama ini tidak berhenti di sini tetapi akan terus berlanjut. “Pagi ini untuk berbagi tidak hanya di sini saja, tapi akan terus berlanjut,” pungkasnya. (sen)