Tarif Rp3.500, Trans Jateng Dinilai Cukup Murah untuk Buruh

oleh
foto: rmoljateng

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan bahwa Trans Jateng koridor Kendal-Semarang tidak jadi melintasi Kawasan Industri Wijayakusuma.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Trans Jateng, Joko Setyawan di kantornya, seperti dilansir dari RMOLJateng.

“Dengan mengakomodir banyak hal yang juga kita prioritaskan, akhirnya kita berusaha dengan segala hal kita upayakan tetap memberikan layanan terbaik. Sementara kita sampai Mangkang dulu,” tuturnya, Jumat (16/8).

Meski begitu, ia berharap Kawasan Industri Wijayakusuma tetap ada yang melayani.

Joko menyebut, hal itu merupakan porsi Trans Semarang.

“Kawan-kawan trans Semarang kita harapkan memberikan pelayanan pada KIW syukur-syukur di tahun ini,” tambahnya.

Ia menuturkan, harus ada yang melayani para pekerja di KIW, entah pakai feeder atau memasukkan bus Trans Semarang.

Sebab, hal itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada pekerja atau buruh.

Pria berkacamata itu berujar jika tidak memberikan semacam insentif tentu cukup berat untuk pengeluaran buruh.

Sisi pengeluaran dari sisi transportasi buruh bisa terbantu jika ada tarif yang murah seperti Trans Jateng.

“Trans Semarang kalau bisa seperti itu kebetulan belum ada tarif untuk buruh. Harga tarif Rp3.500 semoga masih cukup murah bagi buruh,” ujarnya.

Pihaknya menyesuaikan keadaan agar tidak ada anggapan seolah-olah ada kompetisi pelayanan angkutan umum.

Nanti justru bermuara pada makin tidak terpenuhinya keinginan kita memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa,” jelasnya.

Pihaknya ingin memberikan pelayanan yang tidak merepotkan pengguna jasa.

Tidak baik turun, tidak berganti ganti kendaraan hingga tidak perlu bolak balik bayar,” jelasnya. [hen/rmoljateng]