Pasar Ndalu, Kembangkan Potensi Budaya Menjadi Destinasi Wisata

oleh
Wabup Suyono berfoto bersama pengunjung pasar Ndalu desa Gringsing. (Dok istimewa)

BATANG, RAKYATJATENG – Forum Mahasiswa Batang Yogyakarta berkolaborasi dengan Karang Taruna Remaja Bhakti Desa/Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginisiasi digelarnya Pasar Ndalu yang digelar disepanjang tepi sungai. Kreatifitas tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Bupati Batang, Suyono.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, karena membangkitkan kembali potensi budaya lokal yang dikemas apik menjadi destinasi wisata,” ujar Suyono saat hadir di acara Ntelisik Batang dan Pasar Ndalu di Desa Gringsing Sabtu ( 27/7) malam.

Wabup Suyono menjelaskan, kegiatan yang mengerahkan begitu banyak stakeholder, sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, ada multiplayer efek yang ditimbulkan dalam perputaran uang di kegiatan yang digelar di desa sebagai kekuatan ekonomi.

“Semoga kegiatan Pasar Ndalu terus berkelanjutan, karena ini bagian dari kebudayaan dan potensi ekonomi yang harus digali di wilayah Kecamatan Gringsing,” harap Wabup Suyono.

Suyono juga berharap pemuda dan pemudi untuk terus mengeksplor potensi wisata dan kuliner. Pemuda adalah aset terbesar bangsa dan kemampuan para pemuda dan pemudi adalah aset terbesar bangsa.

“Teruslah eksploer kemampuan bakat dan terus kembangkan kreatif, inovatif serta tularkan ilmunya kepada yang lain,” pinta Suyono.

Ketua Panitia Pasar Ndalu Desa Gringsing, Rohmanto mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian acara Puncak Ntilsik Batang. Kegiatan tersebut sudah berjalan ke empat kali.

“Kita hadir di Kecamatan Gringsing untuk membedah potensi yang ada di wilayah ini. Namun kali ini kita kemas dengan melibatkan karang taruna dan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung meriah yang diramikan dengan tarian Batik Gringsingan dan tari Simo Gringsing dari sanggar Abimanyu.

“Pasar ndalu berlangsung selama dua hari dan berbagai kuliner, wahan permainan anak, tempat berswa foto, seni dan budaya kita sajikan di sepanjang sungai Desa Gringsing yang panjangnya 200 meter,” tandas Rohmanto. (red/hmb/RP)