Catat, Puncak Kemarau Diprediksi Agustus-September

oleh

KENDAL, RAKYATJATENG – Musim kemarau panjang yang mulai dirasakan warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diprediksi akan mencapai puncaknya pada Bulan Agustus atau September. Meski sejumlah wilayah sudah masuk peta rawan kekeringan, namun sejauh ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum menerima permintaan droping air bersih.

Sesuai data pemetaan BPBD Kendal, ada 17 desa di 5 kecamatan yang terkategori rawan terdampak kekeringan selama musim kemarau ini. Dari persebaran tersebut, potensi warga yang terdampak berjumlah sekitar 15.630 jiwa.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan, warga terdampak kekeringan yang terbesar ada di Desa Pandes, Kecamatan Cepiring, dengan jumlah 2.000 jiwa. Setelah itu diikuti Desa Rejosari (Ngampel) dengan 1.796 jiwa, dan Desa Ringinarum (Ringinarum) sebanyak 1.500 penduduk. Jumlah warga terbanyak yang terancam kekurangan air bersih ada di Kecamatan Ringinarum yang tersebar di tujuh desa.

“Ketujuh desa tersebut, yakni Rowobranten, Kedunggading, Kedungasri, Tejorejo, Ringinarum, Mojo, dan Caruban dengan jumlah 5.650 jiwa. Kecamatan Patean berjumlah 3.410 jiwa yang berada di Desa Gedong, Curugsewu, Sidodadi, Sidokumpul, dan Pagersari,” ungkapnya, kemarin.

Kecamatan lain yang terdampak kekeringan adalah Pegandon dengan satu desa, yakni Pekuncen (1.475 jiwa), Cepiring satu desa, yakni Pandes (2.000), dan Kecamatan Ngampel tiga desa, yaitu Rejosari, Ngampel Wetan, dan Sudipayung (3.095).

Menurut Wiwit, BPBD menyiapkan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mensuplai kebutuhan air bersih warga.

“Sejauh ini belum ada yang mengajukan bantuan air bersih. Bila sewaktu-waktu ada yang membutuhkannya, kami sudah siap. Bantuan air bersih itu kita beli dari PDAM Tirtopanguripan,” terangnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirto Panguripan, Sunanto mengatakan, pihaknya menyiapkan dua sumur dan satu mata air untuk mensuplai kebutuhan warga. “Ada dua sumur dan satu mata air kami siapkan. Kebanyakan kebutuhan air dipasok dari sumber air di Kecamatan Patean dan Kaliwungu,” katanya.

Kasubag Hubungan Pelanggan PDAM Tirto Panguripan, Bambang Yogi menambahkan, untuk mensuplai kebutuhan air bersih tersebut, pihaknya menggunakan sumur dalam di Desa Wonorejo (Kaliwungu), sumur dalam di Desa Salamsari (Patean), dan mata air Tuk Kenci di Pageruyung.

“Dua truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu penyaluran bantuan air bersih tersebut,” ujarnya. (lid/RP)