BNN Miskinkan Bandar Narkoba, Semua Kekayaannya Disita

Juli 18, 2019

JAKARTA, RAKYATJATENG – Strategi baru diterapkan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membikin jera bandar-bandar narkotika. Selain ancaman penjara hingga tembak mati, para bandar tersebut kini akan ”dimiskinkan”.Caranya, seluruh aset yang diduga dibeli dengan uang hasil bisnis narkoba disita. Yang terbaru, BNN menyita aset milik tiga bandar yang nilainya mencapai Rp 17 miliar. Bandar pertama yang dimiskinkan bernama Kamal alias Kamel.Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Kamal ditangkap pada 14 Mei lalu di Jalan Sungai Iyu, Desa Mesjid Dusun, Aceh Tamiang. Kamal kedapatan memiliki 17 ribu gram sabu-sabu.Petugas lantas melacak aset Kamal yang diduga berasal dari hasil penjualan narkotika. Hasilnya, ditemukan 24 aset bergerak dan tidak bergerak. Antara lain, dua rekening berisi Rp 100 juta dan Rp 50 juta; tanah dan rumah senilai Rp 1,5 miliar; sebuah mobil Toyota Fortuner; 2 truk; 4 motor; dan kebun sawit seluas 28.517 meter persegi. Ada pula 13 sertifikat tanah. “Kami cek sertifikatnya,” paparnya.Setelah dicek ke lapangan, 8 di antara 13 bidang tanah itu ternyata juga berupa kebun sawit. Lokasinya di Kampung Raja, Aceh Tamiang. Total luasnya sekitar 3 hektare. Dengan demikian, secara keseluruhan, Kamal memiliki sembilan bidang kebun sawit. Semua diduga dibeli dengan fulus dari penjualan narkotika. “Nilai total asetnya mencapai Rp 5 miliar,” tuturnya.Selanjutnya adalah kasus bandar bernama Tarmizi asal Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia ditangkap pada 2 Juli lalu berdasar keterangan lima tersangka lain. Tarmizi merupakan pengendali penyelundupan narkotika dengan modus dibungkus ban dalam mobil. Jumlah sabu-sabunya mencapai 81 kg.“Langsung kami jerat TPPU (tindak pidana pencucian uang, Red),” tegasnya.

Komentar