Lapas Pemuda Tangerang, Candradimuka Warga Binaan untuk Mandiri

Juli 12, 2019

TANGERANG, RAKYATJATENG – Syair lagu ‘Hidup di Bui’ milik band tahun 1970-an D’Lloyd tentang kehidupan di penjara, tak bisa  lagi memberikan gambaran sejati kondisi di dalam bui. Bagi sementara warga binaan, hidup di sana bukan lagi tersiksa diri, melainkan menempa diri untuk kian mendekati manusia sejati.Tak sedikit napi yang justru hidup lebih tenteram. Mereka bisa tekun belajar di pondok pesantren yang ada, atau di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Mandiri, bahkan di kampus yang berlokasi di dalam lingkungan penjara. Itulah denyut keseharian yang bisa dinikmati, misalnya, 2.791 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas II A Tangerang, Banten.Setiap hari ratusan warga binaan berbaju khas santri, mengenakan baju koko, sarung serta kopiah. Mereka semua mengikuti kegiatan berupa pengajian dan mengikuti pelajaran di ruang serba guna yang difungsikan sebagai ruang kelas bagi peserta PKBM Paket A, B, C setara SD, SMP dan SMA.Dari kegiatan tersebut, menurut Kepala Lapas Jumadi, setiap tahun terjadi peningkatan binaan yang lulus Paket A, B atau C.  Tahun ini, misalnya, 7 warga binaan lulus Paket A, 17 warga binaan lulus Paket B, dan 31 warga binaan untuk Paket C.Menurut Jumadi, sektor pendidikan memang menjadi perhatiannya sejak memimpin lapas itu, Oktober 2018. PKBM yang sebelumnya sudah ada, dibenahi dan dilengkapi Ponpes yang diberi nama At-Taubah. Pesantren itu didirikan Februari 2018 bekerja sama dengan GP Anshor Provinsi Banten.”Saat ini lebih dari 700 santri warga binaan belajar agama, mulai dari membaca Alquran dan Hadist, hingga belajar berdakwah,” kata Jumadi.Pengasuh pesantren terdiri dari para kiai, ustadz dan ustadzah dari Gerakan Pemuda Anshor, guru dari Kanwil Kementerian Agama Tangerang hingga petugas Lapas sendiri.

Komentar