Kekeringan, Delapan Kecamatan Dapat Bantuan Air Bersih

Juli 12, 2019

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan air bersih kepada delapan kecamatan yang mengalami kekeringan karena kemarau.”Ada 42 desa yang tersebar di delapan kecamatan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih selama musim kemarau saat ini,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo di Boyolali, Jumat (12/7).Pemerintah Kabupaten Boyolali menyiapkan anggaran pengadaan air bersih 628 tangki yang dikelola BPBD dan Bagian Kesra untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.”Kami dalam droping air bersih ke wilayah Boyolali Utara dengan tujuh armada tangki ukuran 6.000 liter. Delapan kecamatan yang membutuhkan bantuan air bersih itu, yakni Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, Karanggede, Wonosamodro, Klego, Tamansari, dan Musuk,” katanya.Pada pemangku kepentingan juga telah dikumpulkan untuk memberi bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak musim kemarau saat ini. Pihaknya bekerja sama dengan pemangku kepentingan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.Pemkab Boyolali menetapkan masa tanggap darurat kekeringan di daerah itu mulai 1 Juli hingga 31 September 2019.”Kami tahun ini telah menetapkan 42 desa di delapan kecamatan yang masuk dalam kategori tanggap darurat kekurangan air bersih,” katanya.Pihaknya optimistis persediaan 628 tangki air bersih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.Ia menjelaskan bantuan air bersih selain dari pemerintah daerah juga donatur yang diperkirakan mencapai 300 tangki sehingga totalnya sekitar 928 tangki air.”Jumlah itu diharapkan cukup untuk membantu warga di daerah yang kekurangan air bersih,” tambahnya.Ia menjelaskan rata-rata setiap desa akan mendapatkan bantuan air bersih 30 hingga 35 tangki untuk kebutuhan sehari-hari warga selama kemarau.

Komentar