Kendal Akan Bangun TPA Sanitari Landfill Senilai Rp 20 M

oleh

KENDAL, RAKYATJATEN – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang baru bakal dibangun di Kabupaten Kendal yang rencananya pembangunanya akan dilakukan Kementerian PUPR di tahun 2020.

Lokasi yang dirujuk untuk menjadi TPA ini adalah di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, tidak jauh dari TPA Darupono yang sekarang.

TPA baru tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp 20 miliar dengan menggunakan sistem sanitari landfill.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Sri Purwati, mengatakan, lokasi calon TPA tersebut berada di Desa Darupono kecamatan Kaliwungu Selatan.

Namun, letaknya lebih ke selatan di banding TPA Darupono yang sudah ada saat ini.

Calon lokasi TPA sudah dilakukan kajian dan mendapat persetujuan dari Kementerian PUPR.

“Lokasinya cocok. Sebab untuk pembangunan TPA syaratnya minimal berjarak satu kilometer dengan pemukiman warga. Di lokasi itu juga tidak ada permukiman warga dalam radius satu kilometer,” katanya, Kamis (11/7).

Saat ini, di Kabupaten Kendal terdapat dua TPA, yakni di Kecamatan Pagergunung dengan luas sekitar 1,5 hektare dan di Darupono dengan luas sekitar 0,9 hektare.

Dengan luas hanya sekitar 0,9 hektare, harus menampung sampah dari beberapa kecamatan. Sehingga kondisi sampah menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap.

”Kondisi TPA Darupono yang sekarang memang sungguh memprihatinkan dan sudah tidak layak lagi,” jelasnya.

DLH sebenarnya berupaya memindah pembuangan sampah ke TPA Pagergunung untuk mengurangi volume sampah di TPA Darupono.

Namun, masyarakat di sekitar TPA Darupono keberatan. Mereka beralasan terlalu jauh bila harus membuang sampah di Pagergunung.

”Warga sudah kami persilahkan membuang sampah di TPA Darupono. Jika tidak begitu, kami khawatir warga membuang sampah ditepi jalan,” tambahnya.

Calon lokasi TPA yang baru, luas sekitar enam hektar dan terbagi menjadi beberapa zona. Zona pertama akan dibangun seluas 1,5 hektar dengan anggaran Rp 20 miliar dari Kementerian PUPR.

Nantinya di sana juga diberi pelapis dasar dan tanah sebagai penutup. Dengan begitu, sampah tidak akan menggunung seperti di TPA Darupono sekarang ini.

”Mudah-mudahan tahun depan pembangunan bisa terwujud dan ini merupakan TPA modern,” tandasnya. [jie/rmoljateng]