Dawet Goreng, Makanan Khas Kaligesing Yang Butuh Perhatian Pemerintah

oleh

PURWOREJO, RAKYATJATEN – Beberapa industri rumahan membuka stand di Halaman Kantor Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo hati ini. Mereka diundang dalam rangka Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kecamatan Kaligesing.

Salah satu stand yang mencuri perhatian pengunjung, selain Kopi Seplawan yang sudah terkenal, ada dawet goreng.

Makanan berbahan dasar tepung kanji ini merupakan salah satu kuliner khas Kaligesing yang masih membutuhkan sentuhan agar bisa sejajar dengan Kopi Seplawan.

Warga Purworejo masih asing dengan kudapan khas terbuat dari cendol ini. Karena memang tidak bisa dijual secara online, karena terkendala keawetannya.

“Dawet goreng ini banyak disukai karena rasanya segar, manis pedas. Yang membuat ini Bu Utari, namun Beliau tidak bisa ikut ke pameran ini,” kata Anis penjaga stand.

Cendol tersebut dikemas dalam wadah gelas plastik yang diberi toping tahu, sambal, tauge dan kuah manis terbuat dari gula aren. Karena tidak memakai pengawet makanan, dawet goreng ini hanya tahan selama satu hari.

“Kami tidak membuat tiap hari, hanya kalau pas hari pasaran Pasar Pendem, yaitu Wage, Pon dan Hari Sabtu. Kami juga menerima pesanan untuk hajatan,” pungkas Anis.

Anis juga berharap agar pemerintah memberi pelatihan agar dawet goreng bisa tahan lama, serta bantuan pemasarannya. Sehingga dawet goreng bisa menjadi salah satu makanan khas yang terkenal. [dit/rmoljateng]