Kunjungi Magelang, Ini Pesan Pangdam ke Prajurit Yon Armed

oleh

MAGELANG, RAKYATJATENG – Seorang prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, harus dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas, menggunakan hati sehingga benar-benar bisa menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi.

Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat memberi pengarahan kepada anggota prajurit Yon Armed 3/105 Tarik dan anggota Persit, saat melaksanakan kunjungan kerja di Yon Armed 3/105 Tarik Magelang, Selasa (25/6).

“Kita harus menyadari bahwa sebagai prajurit, kita mempunyai jati diri tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional sehingga harus dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Tak hanya itu, para prajurit wajib berpegang teguh pada Saptamarga dan 8 wajib TNI, untuk setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Lebih lanjut, Pangdam juga mengingatkan, bahwa untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit, maka dibutuhkan dukungan sepenuhnya dari keluarga, dalam hal ini isteri dan anak-anak. Selain suami dapat menjalankan tugasnya, maka harus ada kesimbangan tugas dari isteri untuk menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Maka sangatlah penting, disampaikan peran seorang ibu dalam rumah tangga, selain sebagai pendamping suami juga harus pandai mengarahkan anak-anak. Karena kecerdasan anak-anak mulai terbentuk dari dalam kandungan hingga usia 4 tahun. Disinilah peran seorang ibu sangat penting untuk membentuk pertumbuhan anak sebagai generasi.

“Ingat tidak ada manusia yang sempurna, sehingga suami dan isteri harus saling melengkapi, guna membentuk keluarga yang baik dan kuat, karena negara yang kuat berawal dari kehidupan keluarga yang harmonis,” pesan Pangdam.

Selanjutnya, ditegaskan Pangdam, mengingat isteri seorang prajurit sudah tergabung dalam organisasi Persit, maka harus patuh dan taat pada aturan yang telah ditetapkan. Peraturan tersebut berlaku untuk seluruh anggota Persit baik yang berperan sebagai ibu rumah tangga maupun bagi isteri prajurit yang bekerja atau berkarier.

“Menyikapi situasi yang berkembang saat ini di masyarakat khususnya penggunaan media sosial, maka diharapkan para prajurit dan anggota Persit lebih bijaksana menggunakan media sosial. Dalam hal ini kita jangan mudah terhasut dan mudah terpengaruh dengan berita-berita yang tersebar melalui media sosial,” tegasnya.

Diakhir penyampaiannya, orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro tersebut berharap dengan sungguh-sungguh kepada seluruh jajarannya, agar pandai menyaring setiap informasi dan berita yang diterima.

“Cek dulu kepastian berita tersebut, jangan mudah menerima berita-berita di medsos terlebih berita-berita hoax. Saring sebelum Sharing dan Sharing yang penting-penting saja,” kata jenderal bintang dua ini. (sen)