Jamaah Calon Haji Tertua dari Kota Pekalongan Berusia 86 Tahun

oleh
MANASIK – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz turut hadir dan membuka kegiatan manasik haji tingkat kota bagi JCH Kota Pekalongan tahun 1440 H/2019 M yang digelar di Hotel Pesonna Pekalongan, Kamis (20/6). (ISTIMEWA)

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Menjelang pelaksanaan ibadah haji 1440 H / 2019 M, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan menggelar manasik haji tahap 1 tingkat kota bagi seluruh jemaah calon haji (JCH) Kota Pekalongan.

Tercatat, sebanyak 370 jemaah mengikuti kegiatan manasik yang dilaksanakan di Hotel Pesonna Kota Pekalongan tersebut, Kamis (20/6).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Drs H Akhmad Mundakir MSi, memaparkan bahwa manasik haji direncanakan sebanyak delapan kali pertemuan, dimana dua kali pembinaan di tingkat kota, dilanjutkan di masing-masing kecamatan sebanyak enam kali.

“Kegiatan manasik ini merupakan wujud dari pelaksanaan tugas pemerintah dalam memberikaan pembinaan kepada jemaah calon haji. Untuk jadwal di masing-masing kecamatan telah diberikan sesuai dengan domisili atau tempat tinggal jamaah yang bersangkutan,” paparnya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Pekalongan, H Mundakir SH mengungkapkan jumlah JCH Kota Pekalongan tahun 2019 sebanyak 370. Perinciannya, dari Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 122 orang, Pekalongan Selatan 90 orang, Pekalongan Timur 82 dan Pekalongan Utara 76 orang. Adapun JCH termuda berumur 24 tahun dari Pekalongan Barat sedangkan tertua berumur 86 tahun dari Pekalongan Timur.

Sebanyak 370 orang JCH tadi terbagi dalam dua kloter yaitu kloter 49 dan 50. Kloter 49 bersamaan dengan JCH Kabupaten Tegal, dan kloter 50 dengan Kabupaten Pemalang. Dia menambahkan bahwa keseluruhan persiapan para JCH Kota Pekalongan sudah dinyatakan siap. Mereka tinggal menunggu jadwal keberangkatan.

“Untuk keberangkatan kami belum bisa memberikan kepastian, karena jadwal pihak maskapai Garuda belum memberikan jadwalnya. Kemarin kita mendapatkan tambahan 10.000 jemaah se-Indonesia sehingga otomatis pengaturan jadwal keberangkatan berubah lagi,” imbuh Mundakir.

Dari tambahan kuota 10.000, khusus untuk Jawa Tengah sendiri mendapatkan 381 kuota tambahan.

Sementara itu, saat membuka kegiatan tersebut, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz menyambut baik kegiatan pembinaan melalui manasik ini guna membekali para JCH Kota Pekalongan agar proses haji berjalan lancar.

“Harapannya mereka bisa menjaga kerukunan antar jemaah satu dengan yang lain. Mereka harus menjaga nama baik Kota Pekalongan,” ujarnya.

Walikota juga berpesan kepada seluruh JCH agar senantiasa menjaga kesehatan. Sejumlah persiapan fisik sebelum keberangkatan harus dilakukan, antara lain dengan rutin berolahraga. (way/RP)