Sempat Minta Diantar Ibunya ke Kantor, Marom Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja

oleh
PERIKSA KORBAN – Anggota Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan Kota memeriksa kondisi korban meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja di PT Pismatex yang sedang berada di kamar mayat RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Sabtu (15/6). (WAHYU HIDAYAT/RP)

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Kesedihan mendalam dialami Saroyah (45), warga Pringlangu Gg 8, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Ia tak menyangka kalau Sabtu (15/6) pagi adalah perbincangan terakhirnya dengan putra sulungnya, M Khusnul Muharom (22). M Khusnul Muharom, atau yang biasa disapa Marom, merupakan satu dari tiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada Sabtu (15/6) siang.

Sembari terus terisak, Saroyah menuturkan kalau anaknya itu baru bekerja tiga bulan sebagai karyawan di PT Pismatex. Dia mengungkapkan, putranya tersebut hari itu berangkat kerja sekitar jam 6 pagi. “Dia berangkat pagi, rencana pulangnya jam 3 sore,” kata suami dari Nurudin tersebut, saat ditemui di RSI Pekajangan, Sabtu (15/6) seperti dilansir Radarpekalongan.co.id.

Saroyah menuturkan, biasanya Marom berangkat kerja mengendarai sepeda motor sendiri. Namun pagi itu, korban berangkat dengan diantar sang ibunda. “Biasanya dia naik motor sendiri. Tadi pagi bapaknya mau ikut walimah. Dia (korban, red) bilang, motor biar dibawa bapak untuk walimahan. Saya biar diantar ibu saja. Nanti pulangnya biar dijemput ibu,” tuturnya.

Begitu Saroyah sampai di depan pabrik dan menunggu korban, korban ternyata tak kunjung keluar menemuinya. Sementara rekan-rekan seprofesi korban sudah pada pulang.
Saroyah kemudian bertanya ke petugas satpam setempat. “Satpamnya bertanya, panjenengan badhe njemput sinten (Ibu mau menjemput siapa, red). Saya bilang mau menjemput Khusnul Muharom,” katanya.

Sesaat kemudian, Saroyah segera diajak oleh perwakilan perusahaan ke dalam mobil, dan langsung diantar menuju ke RSI Pekajangan. Saat itu, Saroyah belum tahu kondisi putra sulungnya. “Saya dibawa ke sini (rumah sakit, red). Saya belum tahu Marom meninggal dunia atau belum. Ternyata dia sudah meninggal dunia,” kata Saroyah.

Selain Muharom, ada dua korban lainnya akibat kejadian tersebut. Kedua korban lainnya yakni M Musthofa Yusuf dan M Agus Haryadi, yang menderita luka bakar sekitar 90 persen sempat kritis dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun akhirnya nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan. (way/RP)