Sempat Diremehkan, Film Alladin Ternyata Mengejutkan

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Film animasi Aladdin (1992) sangat membekas di hati penikmatnya. Siapa yang tidak ingat dengan betapa kentalnya suasana magical ketika Aladdin dan Jasmine melayang di atas Agrabah dengan karpet ajaibnya sambil menyanyikan lagu A Whole New World? Scene tersebut sangat ikonik! Karena itu, sangat besar ekspektasi penonton untuk film versi live-action kali ini.

Pemain dipilih dari beragam asal dan ras. Pemeran Aladdin, Mena Massoud, adalah keturunan Mesir yang kemudian pindah ke Kanada. Naomi Scott, si cantik Princess Jasmine, merupakan aktris Inggris berdarah India, dan Will Smith yang merupakan Afrika-Amerika.

”Kombinasi beragam casting dan tema pemberdayaan perempuan menghasilkan Aladdin yang benar secara politis untuk masa-masa ini,” komentar Frank Scheck, kolumnis The Hollywood Reporter.

Dari segi cerita, sutradara Guy Ritchie dan penulis naskah John August masih mempertahankan kisah orisinalnya dengan beberapa modifikasi dan penambahan karakter. Aladdin (Massoud) adalah pencuri baik hati di Agrabah.

Suatu hari, Aladdin dan monyetnya, Abu, bertemu dengan seorang gadis cantik di jalanan. Itu adalah Jasmine, putri kerajaan yang suka menyamar demi menjadi lebih dekat dengan rakyatnya. Singkat cerita, keduanya menjadi dekat dan saling jatuh cinta.

Aladdin kemudian bertemu dengan Jafar (Marwan Kenzari), penasihat Sultan (Navid Negahban) yang diam-diam berencana mengambil kendali kerajaan. Secara paksa, Jafar meminta Aladdin untuk masuk ke sebuah gua ajaib dan mencari sebuah lampu ajaib.

Dia berhasil menemukan lampu itu dan menggosoknya. Alhasil, Genie (Smith) yang ada di dalam lampu itu menjadi bebas. Genie mengabulkan tiga permintaan Aladdin sebagai hadiah.

Sebelumnya, banyak yang meremehkan akting Massoud dan Scott di sini. Namun, rupanya, mereka berhasil membawakan karakter Aladdin dan Jasmine dengan bagus.

Chemistry yang dihasilkan pun secara mengejutkan ternyata kuat dan natural. ”Massoud yang fisiknya lincah dan tersenyum lebar serta Scott yang bernyanyi dengan indah menampilkan ikatan dan pesona yang membuat kisah cinta ini sepenuhnya menarik,” kata Scheck.

Begitu pula dengan karakter Genie. Meski sebelumnya banyak dikritik dan menjadi bulan-bulanan warganet, Will Smith membuktikan bahwa dirinya bisa menciptakan sosok Genie versinya sendiri.

Smith masih mempertahankan gaya Genie versi animasi seperti yang disuarakan mendiang Robin Williams. Tapi, dia menunjukkan gaya khasnya di balik sosok Genie yang berotot dan berwarna biru tersebut.

”Senang melihat Smith dalam mode komedi lagi. Tim film ini sangat cerdas karena menjadikan karakter Smith menjadi dasar kepribadian Genie daripada membuatnya meniru peran Williams,” komentar Peter Debruge, kolumnis Variety.

Film itu diwarnai dengan latar tempat yang colorful dan fun. Melibatkan banyak penari latar dengan kostum yang indah, gajah, dan elemen khas Timur Tengah lainnya.

Namun, beberapa kritikus tetap menilai filmnya terasa kurang magical. ”Tidak berarti sangat bagus, tapi juga tidak seburuk seperti yang aku khawatirkan beberapa bulan lalu,” kata Anne Cohen dari Refinery 29. (adn/c25/jan/jpnn)