Manisnya Kue Bugis Mandi Paling Pas untuk Takjil Buka Puasa

oleh
Kue bugis mandi khas Makassar sebagai tajil buka puasa. (Dery Ridwansah/jpc)

JAKARTA, RAKYATJATENG – Pernahkah mendengar salah satu kue jajanan pasar bernama kue bugis mandi? Sesuai namanya, kue manis tersebut berasal dari Makassar. Warnanya khas, yakni hijau dan putih.

Berbuka puasa idealnya dengan yang manis untuk memulihkan energi. Maka kue bugis mandi dirasa pas sebagai takjil saat buka puasa. Memiliki tekstur yang kenyal, legit dan berwarna hijau. Isinya terdiri dari campuran kelapa parut dan gula merah.

Chef Syamsul dari Hotel Mercure Simatupang Jakarta membuat resep tersebut untuk hidangan takjil buka puasa. Menurutnya, kue bugis mandi memiliki cita rasa khas yang bisa mengenyangkan. Aroma pandan yang digunakan juga membuat siapapun ingin mencicipinya.

“Karena bahan dasarnya dari tepung beras, santan, kelapa, dan gula merah. Pastinya membuat kenyang cocok sebagai takjil sebelum menyantap makanan utama,” katanya baru-baru ini.

Bahan-bahan untuk kulit:

250 gram tepung ketan putih
150 cc santan
Garam sejumput
Pasta pandan

Bahan-bahan untuk isi:

100 gram gula Jawa atau gula merah
Air secukupnya
Parutan kelapa
Garam sedikit
Air untuk mengukus
Daun pisang

Cara Membuat:

Pertama, untuk membuat kulitnya campur jadi satu semua bahan kering dan pasta pandan. Lalu berikan santan lalu aduk hingga kalis.

Kedua, untuk membuat isinya, rebus air dan gula jawa kemudian campur dengan kelapa parut. Dinginkan.

Selanjutnya, ambil adonan kulit tadi dan masukkan isian parutan kelapa. Bentuk bulat lalu pipihkan. Kemudian kukus selama 15 menit. Sajikan

Kandungan Nutrisi Santan

Dilansir dari Very Well Fit, Kamis (23/5), santan memiliki kandungan lemak lebih tinggi karena belum dicampur dengan bahan lain. Satu cangkir santan tanpa pemanis menyediakan 560 kalori, dan lebih dari 51 gram lemak jenuh. Maka gunakanlah dengan secukupnya akan lebih baik.

Jika mengonsumsi santan tradisional (cairan dari kelapa parut) maka ada 1 gram karbohidrat per sendok makan. Beban glikemik (kadar gula) diperkirakan nol. Lemak dalam santan adalah lemak jenuh. Dan proteinnya hanya sedikit.

(JPC)