Klaim Jaminan Hari Tua BPJS-Ketenagakerjaan Pekalongan Naik

oleh

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Klaim jaminan hari tua yang diajukan peserta ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Jawa Tengah menjelang Lebaran 2019 mencapai 100 peserta atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan sebelumnya yang 80 peserta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan Wiwik Septi Herawati mengatakan faktor kebutuhan yang tinggi saat Lebaran menjadi salah satu alasan meningkatnya klaim JHT.

“Banyak peserta yang sudah berhak mencairkan JHT sempat menunda pencairan JHT. Namun, mereka baru melakukan pencairan pada menjelang Lebaran,” katanya di Pekalongan, Sabtu (25/5).

Ia mengatakan sejak Januari hingga April 2019, jumlah pembayaran klaim JHT mendominasi jaminan lainnya, seperti jaminan kematian (JKM), jaminan kecelakaan kerja (JKK), dan jaminan pensiun (JP).

Pembayaran JHT selama Januari hingga April 2019, kata dia, Rp72,19 miliar dari 6.794 kasus, JKM Rp3,11 miliar (93 kasus), JKK Rp1,3 miliar (193 kasus), dan JP Rp301,8 juta (465 kasus).

Ia menjelaskan JHT merupakan uang simpanan yang baru dapat dicairkan saat peserta yang bersangkutan sudah tidak bekerja atau saat tidak ada penghasilan.

“JHT dapat dicairkan bagi peserta yang sudah tidak bekerja atau belum mendapatkan pekerjaan kembali atau pekerja yang sudah mencapai umur 56 tahun meskipun belum berhenti bekerja,” katanya.

Pada tahun ini, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan masih fokus untuk mewujudkan pertumbuhan agresif dengan menjaring pekerja formal maupun informal menjadi peserta.

Untuk mewujudkan tujuan itu, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pemkot Pekalongan melalui kepesertaan tenaga non-PNS dan kerja sama khusus dengan Disdagkop UKM untuk menjaring kepesertaan melalui mitra UKM.

“Pada 2019 pergerakannya sudah cukup bagus yaitu ada kenaikan yang signifikan. Kami juga bekerja sama dengan satuan pengawas ketenagakerjaan (satwasker) Jateng untuk mendorong ketaatan perusahaan baik dalam kepesertaan maupun dalam pengikutsertaan program dan pembayaran iuran,” katanya.

(Ant)