Lebaran, RSUD Moewardi Surakarta Tetap Layani Pasien Khusus

oleh

SURAKARTA, RAKYATJATENG – Peringatan Idul Fitri tak membuat RSUD Dr Moewardi Surakarta, Jawa Tengah, mengurangi layanannya. Seluruh personel, khususnya tenaga medis dan paramedis dioptimalkan selama H-7 hingga H+7 Lebaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr Moewardi Suharto Wijanarko menerangkan, pihaknya terus menyiapkan Tim Siaga Bencana untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kejadian luar biasa, terutama selama H-7 hingga H+7. Baik untuk penanganan wabah, keracunan, maupun kecelakaan lalu lintas massal.

“Sebenarnya sejak 22 Mei kami telah siaga, menghadapi kemungkinan kejadian pascapengumuman penghitungan suara KPU. Jadi, untuk Lebaran, kami juga sudah siap,” bebernya, saat menerima Tim Pemantau Kesiapan Lebaran yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, di RSUD Dr Moewardi, Kamis (23/5/2019).

Ditambahkan, selama 24 jam pihaknya mengalokasikan dokter umum jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam tiga shift. Ada pula dokter jaga onsite selama 24 jam, yakni dari spesialis bedah, penyakit dalam, anestesi, dan obsgyn. Pihaknya juga menjadwalkan jaga on callsemua tenaga Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) di rumah sakit milik Pemprov Jateng ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, kata Suharto, pihaknya menyedialan Ruang Sekar Jagad, Lobi Rawat Jalan maupun koridor Rawat Jalan, sebagai alternatif jika IGD tidak bisa menampung pasien saat ada KLB. Persediaan obat dan alat kesehatan pun mencukupi, baik life saving, anestesi, analgesik, dan kemoterapi.

Persiapan pada pelayanan rawat inap juga diperhatikan, meski biasanya menjelang H-1 Lebaran pasien justru berkurang banyak karena sebagian meminta pulang paksa untuk berlebaran di rumah. Sebanyak 836 tempat tidur siap digunakan pasien. Jumlah itu diperkirakan cukup mengingat keseharian rata-rata penggunaannya 550-600 tempat tidur. Untuk pelayanan khusus, akan tetap berjalan sesuai jadwal dengan kekuatan personel sepertiga hari biasa.

“Pasien kemoterapi, hemodialisa, radoterapi, dan thalasemia yang sudah terjadwal jangan khawatir, tetap akan kami layani. Karena kalau tidak bisa membahayakan mereka. Nanti, petugas yang tidak bisa cuti bersama, akan mendapat ganti cuti setelah Lebaran,” ungkapnya.

Kesiapan juga ditunjukkan Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga yang berada di jalur utama. Dokter poli umum Andreas Sulistyo membeberkan, berada di jalur utama membuat pihaknya meningkatkan kesiagaan. Terutama, dalam penanganan pertama korban kecelakaan lalu lintas. IGD dengan peralatannya sudah siap, termasuk ambulans untuk mengangkut pasien yang mesti dirujuk ke rumah sakit.

“Karena ini puskesmas rawat jalan, kalau ada pasien yang perlu dirujuk, langsung kami bawa ke rumah sakit. Rumah sakit terdekat hanya sekitar lima menit dari sini,” ungkapnya, bersama Kepala Puskesmas Kusdini Dewiyanti.

Andreas mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, usai Lebaran, pasien cenderung mengalami peningkatan. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan diare. Pihaknya juga telah memperhitungkan sejumlah obat yang banyak digunakan, sehingga tidak kekurangan.

Asisten Ekbang Peni Rahayu mengapresiasi persiapan yang dilakukan di bidang kesehatan tersebut. Dia berharap pelayanan kepada pasien tetap diupayakan yang terbaik. Tingkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya PMI, dalam ketersediaan darah, agar jika kebutuhan darah meningkat bisa tercukupi.

“Setelah Lebaran, mungkin nanti datanya bisa digunakan untuk mengevaluasi, misalnya, jumlah kasus kecelakaan, mengapa terjadi banyak kecelakaan. Ini juga nanti akan berguna bagi pihak kepolisian, dan lain-lain,” tandasnya. (hms/yon)