Antisipasi Daging Gelonggongan, Walikota Semarang Sidak RPH

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Untuk memastikan kelayakan daging sapi yang akan dikonsumsi warga jelang Lebaran, Walikota Semarang Hendrar Prihadi dini hari kemarin melakukan sidak ke pusat daging di Pos Daging Jalan Slamet Riyadi dan Unit RPH BPH Penggaron.

Orang nomor satu di Kota Semarang itu mengecek kualitas daging sapi dari luar kota yang masuk sebelum dipasarkan di Kota Semarang. Hal ini dilakukan selain untuk mengantisipasi beredarnya daging gelonggongan juga sekaligus memastikan tidak terjadi permainan harga yang memberatkan masyarakat.

“Kebutuhan akan daging di Kota Semarang diprediksi H-5 Lebaran. Beberapa pedagang besar saya tanya, mereka sudah siap-siap untuk memenuhi kebutuhan H-5 Lebaran,” katanya didampingi Wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Kepala Dinas Pertanian, Wahyu Permata Rusdiana, Minggu (19/5).

“(Harga) karena kebutuhan yang semakin besar tinggal suplainya jangan sampai kurang. Sekali lagi kalau suplainya ada, kebutuhan sebesar apapun ibarat kata mremo boleh tapi dikit-dikit lah, jangan sampai memberatkan konsumen,” kata pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

Dia menambahkan, harga daging sapi di pasaran saat ini berkisar Rp 105.000-Rp 115.000 per kilogram. Sementara kebutuhan daging di Kota Semarang mencapai 11 ton, yang sebagian masih dipasok dari sejumlah daerah.

“Mereka (pedagang dari luar daerah) drop ke Semarang dari luar itu Rp 95.000 per kilogram. Di Semarang itu kan rata-rata kebutuhan 11 ton, yang dari RPH masoknya sekira 5 ton, masih ada minus 6 ton,” terangnya.

“Ke depan saya sudah bilang sama manajemen RPH, sebisa mungkin kita juga memenuhi kebutuhan warga Semarang yang 11 ton. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran harga daging dari luar, itu gelonggongan atau tidak,” beber dia.

Menurutnya, sidak ke tempat pemotongan hewan perlu terus dilakukan untuk menjamin kualitas daging di pasaran. “Saya rasa ini sidak yang harus dilakukan dan di klinik hewan setiap hari juga begitu, terutama antisipasi daging gelondongan dari luar Kota Semarang,” tandasnya. (SEN)