Unggul Versi Quick Count, Ma’ruf Pilih Tunggu Keputusan Resmi KPU

oleh

JAKARTA, RAKYATJATENG – Pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinyatakan sebagai pemenangan Pilpres 2019 menurut hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Seperti yang dirilis LSI Denny JA, Jokowi-Ma’ruf unggul 55,79 persen, Poltracking Indonesia 54,87 persen, dan Charta Politika 54,34 persen.

Meski begitu, Ma’ruf Amin mengaku tak mau buru-buru menyatakan menang. Dia lebih memilih menunggu hasil hitung resmi (real count) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kenapa kita tidak mengatakan kita menang kemudian mendeclare dan menyatakan? Karena kita ingin menghormati aturan dan tidak ingin mendeligitimasi kedudukan KPU seakan- akan KPU tidak kita perhatikan,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).

Ma’ruf menjelaskan, kurang tepat jika dirinya mendahului keputusan KPU. Sekalipun hasil quick count biasanya tak beda jauh dengan real count.

“Kalau kita menyatakan menang sebelum pengumuman resmi, kayaknya kok tidak etis. Walupun orang semua sudah tahu kalau quick count itu biasanya itu yang terjadi,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meminta semua masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan. Mengingat keputusan KPU harus menjadi patokan utama.

“Kepada masyarakat supaya tidak berlebihan dalam menyambut, euforia berlebihan terhadap hasil quick count. Kita seneng ya seneng. Tapi jangan berlebihan karena belum final,” jelasnya.

Di sisi lain, Ma’ruf mengaku senang dengan jalannya pemilu 2019. Isu akan terjadinya ricuh atau keributan nyatanya tidak terjadi. Menurutnya, aparat keamanan bekerja dengan baik dalam melakukan pengamanan.

“Kita sebagai bangsa bersyukur bahwa ternyata kekhawatiran- kekhawatiran pilpres maupun pileg, khawatir kalau ada ini dan itu, ternyata berjalan dengan baik, tenang dan menurut penilaian saya cukup jujur dan adil,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.