Enam Bulan Jualan di Rest Area Banjaratma Gratis

oleh

TINJAU – Menteri BUMN Rini Somarmo meninjau proyek pembangunan Rest Area PG Banjaratma di Brebes, Sabtu (23/3) lalu. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES, RAKYATJATENG – Menteri BUMN, Rini Soemarno meninjau langsung perkembangan renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, yang tengah disulap menjadi rest area di ruas tol Pejagan-Pemalang KM 260, Sabtu (23/3). Proyek pembangunan itu ditargetkan akan selesai tahun ini, tepatnya sebelum lebaran Idul Fitri.

Rini mengatakan, pembangunan salah satu rest area terbesar di Jawa tengah itu memberikan kesempatan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Brebes untuk menempati kios yang sudah disediakan. Memprioritaskan UMKM merupakan instruksi Presiden Jokowi untuk menjual produk lokal. Sebanyak 70 persen UMKM akan mengisi rest area tersebut.

“Rest area ini diisi 70 persen UMKM dan 30 persen usaha lainnya. Ini harus memberikan kesempatan produk UMKM di Brebes bisa masuk. Dulu kan diprotes gara-gara tol telur asin nggak ada yang beli lagi. Nah adanya jalan tol ini jangan sampai mematikan usaha yang terdampak,” kata Rini saat merayakan ulang tahun BUMN ke-21.

Dipilihnya eks PG Banjaratma sebagai tempat rangkaian ultah, menurut Rini, sebagai upaya untuk memperkenalkan tempat tersebut. Sehingga masyarakat luas terutama sekitar rest area mengetahui keberadaan tempat tersebut.

Sebab rest area di eks PG Banjaratma ini bukan sembarang rest area, yakni dikonsep untuk menarik perhatian. “Ini ultah yang ke-21 kita harus merayakannya secara besar-besaran. Kita sudah mencetak keuntungan. Di akhir 2018 ini, auditnya memang belum selesai. Tapi Insyaallah di kisaran Rp190 triliun,” ungkap Rini.

Adanya ruas jalan tol Pejagan-Pemalang mempengaruhi pemanfaatan gedung atau bangunan di sekitar jalur tersebut. Bangunan cagar budaya bekas PG Banjaratma ini dijadikan rest area, sekaligus tujuan wisata heritage (sejarah).

Nilai historis dari bangunan tersebut tidak akan diubah. Ini yang akan menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata bagi para pengunjung. “Dilihat dari arsitekturnya, ini akan menjadi De Tjolomadoe (PG Karanganyar yang saat ini jadi rest area, red) yang kedua. Ini masih masa percobaan, jadi selama 6 bulan pertama para pelaku UMKM yang buka stand di sini tidak dipungut biaya,” tambahnya.

Terkait estimasi biaya sewa stan, saat ini Rini belum bisa memastikan. Sebab pihaknya akan melihat perkembangan UMKM. Namun demikian, dengan sinergi beberapa BUMN, Rini meyakini rest area ini akan berkembang baik.

Karena masyarakat umum atau pengunjung non tol diperbolehkan berkunjung. Selain itu, mereka juga akan dibantu mempromosikan produk UMKM. “Promosi akan kita bantu. Transaksi di sini juga juga menggunakan transaksi non tunai. Tempat ini menjadi tempat unggulan yang menarik,” tegasnya.

Kementrian BUMN mengundang warga sekitar masuk ke rest area dan merayakan ulang tahun BUMN. Disediakan sembako murah Rp10 ribu bagi warga. Dengan catatan, membawa ponsel android yang sudah terinstal aplikasi Link Aja. (fid/ism/zul/RT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.