Lantik Dedy-Jumadi, Ganjar: Kota Tegal Harus Bangkit

oleh

Pelantikan Dedy Yon Supriyono dan Muhammad Jumadi sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Tegal di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Sabtu (22/3). (Tunggul Kumoro/JPC)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dedy Yon Supriyono dan Muhammad Jumadi resmi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melantik keduanya di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Sabtu (22/3).

Dalam sambutannya, Ganjar meminta kepada Dedy dan Jumadi untuk mengembalikan kejayaan Kota Tegal. “Tegal harus bangkit. Lupakan masa lalu dan tatap masa depan yang lebih baik,” kata Ganjar.

Beberapa kepemimpinan terakhir, Kota Tegal menjadi sorotan publik. Tepatnya usai sejumlah mantan pemimpin Tegal dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjerat kasus korupsi.

Mereka yang dimaksud adalah Siti Masitha atau Bunda Sita. Wali Kota Tegal periode 2014-2019 itu divonis 5 tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti menerima uang suap Rp 500 juta dari sejumlah proyek dan mutasi jabatan di Pemkot Tegal senilai Rp 7 miliar.

Sebelumnya, ada Wali Kota Tegal periode 2009-2014 Ikmal Jaya. Dia dinyatakan terlibat korupsi tukar guling tanah aset daerah untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar. Kasus ini merugikan negara sampai Rp 23 miliar. Ikmal divonis 5 tahun penjara dan pada akhirnya dihukum 8 tahun karena banding.

Sebelum keduanya, Wali Kota Tegal periode 1990-1995 dan 1995-2000 M. Zakir yang terlibat kasus korupsi tiga kegiatan. Salah satunya proyek ganti rugi tanah Polsek Tegal Selatan. Pengadilan Negeri Tegal menjatuhkan vonis 2 tahun penjara pada 2000. Tapi baru menjalani hukuman pada 2007. Sebab upaya kasasinya ke Mahkamah Agung pada 2005 kandas.

Ganjar menegaskan, perilaku korupsi yang dilestarikan kepala daerah terdahulu wajib dihapus dari Kota Tegal. Yakni, dengan mengutamakan pelayanan yang baik. Yaitu, mudah, murah, cepat, akuntabel dan transparan.

“Reformasi birokrasi menjadi kewajiban utama dari Pak Dedy dan Jumadi. Mitigasi korupsi juga harus dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel,” paparnya.

Kemudian untuk memajukan Kota Tegal, banyak sekali potensi yang bisa digali. Dedy dan Jumadi diminta tak berhenti mengeksplor serta menggenjot program sebelumnya.

Pesan lain yang disampaikan Ganjar adalah upaya menekan angka kemiskinan yang penurunannya sudah sampai 7 persen. Lalu menggerus angka kematian ibu melahirkan dan balita, disusul persoalan-persoalan lainnya.

“PKK bisa dilibatkan dalam setiap program. Instansi lain juga harus digandeng untuk keroyokan membangun Kota Tegal. Saya juga titip pesan, yang menjadi ciri khas kota itu harus pelayanan prima, kotanya bersih, banyak taman indah dan fasilitas publik juga tersedia. Kalau itu dipenuhi, masyarakat akan senang. Karena sebenarnya itu yang diharapkan masyarakat,” ulas Ganjar.

Sementara itu, Dedy mengaku akan bekerja keras guna mengembalikan citra dan kejayaan Kota Tegal. “Reformasi birokrasi, pelayanan prima, pencegahan korupsi akan menjadi prioritas kami dalam lima tahun ke depan,” imbuh Dedy.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.