ACT Jateng Ajak Masyarakat Peduli dengan Korban Tragedi Kemanusiaan

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Semarang menggelar aksi damai, Jumat (22/3). Aksi damai dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat ini diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah dengan memusatkan massa di depan kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang.

Aksi ini adalah bagian dari ikhtiar terbaik untuk membangun kepedulian masyarakat Semarang agar publik turut prihatin dengan penjajahan yang masih terjadi di Palestina oleh zionis Irael. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk peduli dengan tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim di Selandia Baru.

Pekikan lagu Indonesia Raya berkumandang di sepanjang Jalan Pahlawan kota Semarang, pertanda aksi damai, yang menghadirkan setidaknya 200 simpatisan, resmi dimulai.

“Kita memang tidak bisa datang menemui mereka, kita tidak bisa menjabat tangan saudara seiman di Palestina, namun yakinlah saudara, insya Allah doa dan juga bantuan kita di sini akan menjadi energi terhebat bagi saudara teraniaya,” ucap Sri Suroto, sebagai kepala wilayah ACT Jateng menyampaikan orasi didepan massa.

Suroto menambahkan, sudah seharusnya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Bangsa Indonesia secara tegas menyatakan itu, maka mari kita sebagai warga negara yang mengaku cinta Indonesia sudah seharusnya berjuang membela kemerdekaan Palestina.

Merespon tragedi kemanusiaan yang dialami warga Palestina, Suroto mengungkapkan bahwa ACT sudah menyiapkan berbagai program bantuan.

“Salah satu program untuk membersamai Palestina pada bulan April mendatang, ACT insya Allah kita akan memberangkatkan minimal 2000 ton beras yang akan berlayar dari Indonesia. Lain halnya dengan tragedi penembakan yang menelan korban sebanyak 50 orang di Masjid An Noor dan Masjid Linwood, Christchurch , Selandia Baru,” katanya.

“Dua diantara korban penembakan adalah WNI, Alhamdulillah kami sudah memberangkatkan keluarga korban menuju Selandia Baru,” tambahnya.

Keluarga korban yang berasal dari Sumatera Barat itu adalah Handra Yaspita, Nurhamidah, Yulierma, dan Alhamdani, sebagai pihak keluarga Zul Firmansyah (40) dan Averro’es Omar Syah (2).

Usep Badruzzaman selaku Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Semarang, senada dalam upaya menumpas kejahatan kemansiaan.

“Kita sepakat apabila umat Islam bersatu akan menjadi sebuah kekuatan besar dalam membangun bangsa dan juga mampu membantu saudara teraniaya di luar sana,” lanjut Usep, menjadi umat Islam di Indonesia yang terbesar di dunia, kita memiliki kewajiban untuk melindungi umat Islam dimanapun berada.

Dalam konklusi aksi tersebut, Usep memimpin doa dengan harapan semoga umat Islam di Palestina, Selandia Baru dan dimapun berada senantiasa mendapat perlindungan dari Allah.

“Kita Indonesia, jangan mudah tercerai berai, kita galang kepedulian kita menentukan sikap bagaimana harus berbuat demi kebaikan umat muslim dan perdamaian dunia,” jelasnya.

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan disusul dengan tausiyah, peserta aksi bermunajat mendoakan korban terorisme di Selandia Baru dan juga para mujahid pejuang kemerdekaan di Palestina.

Tercatat lebih dari 20 perwakilan dari lembaga kemanusiaan, forum zakat, ormas dan majlis taklim se-Kota Semarang hadir dalam aksi solidaritas tersebut. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *