Bidik Kota Sehat Kategori Wistara, Hendi Minta Camat dan Lurah Tegas dan Disiplin

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Setelah mendeklarasikan Kota Semarang sebagai Kota Sehat pada 2014, yang kemudian langsung meraih Penghargaan Swasti Saba Padapa pada tahun 2015, disusul Penghargaan Swasti Saba Wiwerda pada tahun 2017, tidak lantas membuat WaliKota Semarang Hendrar Prihadi berpuas diri.

Pihaknya kini memasang target lebih tinggi, yaitu Kota Sehat kategori Wistara atau kategori tertinggi. Target tersebut disampaikan Hendi, sapaan akrab Walikota saat rapat koordinasi penguatan Kota Semarang menuju Kota Sehat Wistara 2019 dan mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), di Hotel Grasia, Selasa (12/3).

Hendi menyampaikan bahwa target Kota Sehat merupakan bonus dari upaya Pemkot Semarang yang ingin kotanya bersih, sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

“Penghargaan merupakan bonus, yang penting Pemerintah terus berusaha agar kotanya aman, nyaman, dan bersih bagi masyarakat,” tegas Hendi.

Hendi juga memotivasi para Lurah dan Camat untuk tegas, disiplin dalam menjaga daerahnya, menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antara OPD, termasuk dengan Tim Kota Sehat.

“Dalam pencapaian Wistara, kuncinya adalah para Lurah, Camat, yang tegas dan disiplin terhadap kebersihan, kenyamanan wilayahnya, koordinasi yang baik dengan OPD, dan bergandengan tangan saling bekerja sama,” jelas Hendi.

Setelah mendeklarasikan Kota Sehat pada 14 Mei 2014, telah banyak program yang dilakukan oleh Walikota sebagai implementasi dari Kota Sehat. Di bidang kesehatan, Hendi telah meluncurkan UHC (Universal Health Coverage).

Kemudian, di bidang kebersihan, Hendi menggerakkan semua stakeholder untuk merawat kebersihan di lingkungan masing-masing, termasuk penganggaran untuk forum sebesar 50 juta per Kelurahan.

Keberhasilan juga dicapai Hendi di bidang kesehatan dengan melakukan upaya-upaya yang berhasil menurunkan peringkat Kota Semarang dalam hal penyakit DBD.

“Tahun 2010 hingga 2012, Kota Semarang pernah meraih peringkat tertinggi dalam hal penderita penyakit DBD. Tentu ini bukan hal yang membanggakan, sehingga saya mendorong Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk kemudian melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara intensif yang pada akhirnya berhasil dan tidak lagi menjadi kota dengan penderita DBD tertinggi di Jateng,” lanjut Hendi.

Walikota Semarang yang juga merupakan salah satu politisi PDI Perjuangan itu pun optimis bila setiap pihak bersinergi dan berfokus pada masyarakat, maka penghargaan Wistara akan berhasil diraih.

“Tidak ada wilayah yang sempurna, tapi yakin kalau kita bersinergi bersama, upaya membuat masyarakatnya nyaman, dan aman bisa tercapai, Wistara bisa tercapai,” pungkas Hendi.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Semarang, dipaparkan poin-poin yang menjadi fokus dalam pencapaian Wistara.

Antara lain adalah Forum Kota Sehat, Tim Pembina Kota Sehat, dan Tim Teknis Kota Sehat Kota Semarang untuk melakukan tugas dan fungsi masing-masing, namun tetap harus melakukan koordinasi dan sinergi antartim, serta melibatkan pemangku wilayah dan masyarakat.

Seluruh stakeholder untuk mempertahankan dan meningkatkan pelaksanaan tatanan kota sehat yang sudah baik, serta mendorong dan memperbaiki pelaksanaan tatanan kota sehat yang belum baik.

Bappeda pun memaparkan beberapa indikator dalam pelaksanaan tatanan kota sehat yang perlu didorong atau diperbaiki, seperti pelayanan dan akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah (baik sistem setempat maupun sistem terpusat), Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), angka bebas jentik di perumahan/permukiman, sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum.

Selain itu perumahan atau pemukiman bebas banjir, ketersediaan lahan parkir di pasar perkotaan, kepatuhan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terutama di tempat-tempat umum, pemeriksaan rutin kesehatan bagi pengemudi angkutan umum, hingga pemenuhan fasilitas bagi penyandang difabel di tempat-tempat atau sarana umum. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.