Mantaps Jateng Mengaku Tak Cetak Pamflet Ajakan Shalat Jumat Bersama Prabowo di Kauman

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Milenial Terdepan Prabowo-Sandi (Mantaps) Jateng mengaku tak mencetak pamflet ajakan shalat Jumat berjamaah bersama Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman.

Mereka mengklaim tak mengetahui soal selebaran itu yang pada akhirnya sempat diberitakan menyebar dan ditempel di masjid dan kampus. Mereka pun langsung mencoba mencari ke beberapa kampus dan masjid yang hasilnya ternyata nihil.

Koordinator Nasional Mantaps Pusat, Helda Alvi mewakili Mantaps Jateng mengatakan, pihaknya hanya sebatas memposting di akun media sosial. Ia pun membantah jika mencetak dan menyebarkannya.

“Kalau yang di Instagram Mantaps Jateng memang kita yang ngepost, itu reflek saja. Wujud semangat bapak (Prabowo) yang datang ke Semarang. Tapi kami pastikan, pamflet yang katanya tersebar di masjid dan kampus itu bukan dari kami,” ungkapnya saat dijumpai di Hans Kopi Veteran Semarang, Kamis (14/2) malam.

Anehnya, pamflet yang diberitakan tersebar di lingkungan masjid dan kampus itu, juga tak didapati. Helda mengaku ia dan rekan-rekan sudah berkeliling ke sejumlah lokasi guna mencari pamflet yang dimaksud.

“Kami sejak pemberitaan heboh itu langsung cari tahu. Kami muter ke kawasan kampus seperti Udinus, Undip termasuk di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, pencarian itu berakhir tanpa hasil alias nihil,” ujarnya.

Sementara Zulkifli Selaku Presidium Milenial Anti Pencitraan mengatakan, pihaknya memastikan bahwa tidak ada pamflet ajakan shalat Jumat berjamaah bersama Capres Prabowo Subianto yang disebar di masjid dan kampus.

“Kami ngajak orang shalat ndak ada unsur politik. Karena hanya mengajak shalat tanpa membawa atribut,” katanya.

Ditegaskan, sempat tersiar kabar terkait pamflet ajakan yang ditempel di masjid dan kampus, menurutnya bukan dari pihaknya, baik Milenial Anti Pencitraan atau Milenial Terdepan Prabowo-Sandi (Mantaps) Jateng.

“Saat kami sisir di beberapa kampus dan masjid-masjid, tidak ada pamflet tersebut tertempel di masjid atau kampus. Karena kami hanya ngepost gambar di Instagram. Kalau di medsos itu benar, tapi kalau di masjid dan kampus enggak,” tegasnya.

Kendati demikian, Rian Difa Subagio sebagai Wakil Ketua Mantaps Semarang, menegaskan, bahwa sejatinya tidak ada yang salah dalam mengajak sesama umat Islam beribadah. Dalam hal ini, Rian turut memastikan bahwa kegiatan Capres Prabowo Subianto di Semarang ini tak ada sangkut pautnya dengan politik.

Terakhir, pihaknya dalam hal ini meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang dirugikan. Manakala postingan di akun media sosial berujung kehebohan seperti ini. Postingan tersebut, saat ini juga sudah dihapus berdasarkan arahan dari Mantaps Pusat.

“Dari kami tidak ada niatan membuat heboh seperti ini. Kami meminta maaf kepada pihak takmir juga. Kami hanya ingin pesta demokrasi ini berjalan sebagaimana mestinya, karena kehadiran kami bukan untuk eksis-eksis an saja. Kami juga ingin ikut andil dalam mengedukasi pemilih, menyusul banyak juga pemilih pemula dan yang golput berdasar survey saat ini,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa rencana Capres Prabowo Subianto akan menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, Jumat (15/2). Namun, kegiatan ini kemudian menjadi ramai seiring beredarnya keterangan resmi dari Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail.

Takmir Masjid Kauman Semarang keberatan dengan adanya pamflet ajakan yang tersebar di media sosial serta spanduk selamat datang dan poster Capres nomor 02 di dekat Masjid Kauman.

Pihak masjid tidak melarang Capres Prabowo Subianto untuk shalat Jumat, hanya saja khawatir pamflet dan spanduk itu membuat masjid seolah menjadi tempat berpolitik. Saat ini selain postingan pamflet dihapus, spanduk dan poster di dekat Masjid Kauman sudah dicabut. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.