Waspadai Teror Pembakaran Kendaraan Berlanjut hingga Pemilu – Rakyat Jateng
RAKYAT SEMARANG

Waspadai Teror Pembakaran Kendaraan Berlanjut hingga Pemilu

Salah satu mobil yang menjadi sasaran teror pembakaran di Jawa Tengah. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Teror pembakaran kendaraan di wilayah Semarang dan sekitarnya memang disebut tidak terkait dengan pemilu. Namun, kepolisian perlu mewaspadai bahwa teror bakal berlanjut. Bahkan hingga tahapan pemilu selesai.

Hasil analisis dan evaluasi (anev) kepolisian menunjukkan adanya persamaan modus dan wilayah target sasaran pelaku teror pembakaran kendaraan dalam sebulan terakhir. Pelaku teror sengaja menyasar daerah perbatasan.

Rekap kejadian Polres Kendal menunjukkan, Kecamatan Kaliwungu menjadi daerah yang paling rawan teror dengan jumlah tiga kejadian. Daerah tersebut merupakan perbatasan wilayah Kabupaten Kendal dengan Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan, pihaknya sudah melakukan analisis untuk menunjang pengungkapan dan menangkap pelaku teror. “Kemungkinan akan ada TKP lain yang menjadi sasaran teror pembakaran berikutnya,” ujar Hamka kemarin.

Dia mengungkapkan, minimnya pengamanan lingkungan kampung di Kendal menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Misalnya, banyak perumahan yang tidak berportal. Ada juga perumahan yang memiliki portal, tapi tidak ditutup, serta masyarakat yang memarkir mobil di pinggir jalan.

“Yang paling mendingan ada siskamling, tapi pukul 03.00 sudah tidak ada yang ronda sampai Subuh,” kata perwira dengan dua melati di pundak itu.

Dalam rentang waktu 2 x 24 jam kemarin, situasi wilayah kondusif. Teror kali terakhir terjadi di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, pada Selasa dini hari (5/2). Sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi H 9474 DD nyaris hangus setelah dilempar kain berbalur minyak yang sudah dibakar.

Kriminolog Universitas Diponegoro Nurochaeti menuturkan, para pelaku tentu sudah mempelajari kondisi wilayah yang akan dijadikan sasaran. Pengamanan di daerah pinggiran kurang ketat. Selain itu, jumlah personel yang bertugas sedikit serta fasilitas pendukung minim. “Titik lemah kondisi keamanan tersebut tentu menjadi pertimbangan para pelaku untuk melakukan aksi teror,” terang dia.

Berdasar data anev Polrestabes Semarang dan Polres Kendal, lanjut perempuan yang akrab disapa Eti itu, pelaku yang beraksi di dua wilayah tersebut mungkin masih dalam satu jaringan. Indikasinya, waktu beraksi, modus operandi, serta sasaran wilayahnya sama. Teror juga diperkirakan terjadi hingga tahapan pemilu selesai.

“Belum ada titik terang untuk mencurigai pihak-pihak, baik perorangan maupun kelompok, yang bertanggung jawab terhadap teror pembakaran,” kata dosen spesialis ilmu kriminologi, penologi, dan viktimologi itu.

Sementara itu, Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal menuturkan bahwa pelaku teror merupakan sekelompok kecil orang. Korps Bhayangkara yakin akan dapat mengungkap kasus tersebut. “Sebagian kecil ini menyampaikan teror,” tuturnya.

Iqbal menyebutkan, ada beberapa petunjuk yang didapatkan. Namun, dia tidak memerincinya. Iqbal langsung beralih menjelaskan motif yang dipastikan bukan merupakan dendam. “Hampir semua korban gak ada masalah. Tidak ada dendam,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintah seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk tetap waspada. Perintah tersebut tidak hanya di daerah yang sudah terjadi teror pembakaran kendaraan. Namun, berlaku untuk semuanya.

“Saya juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Kapolda, Pangdam, dan instansi terkait sudah berjalan dengan cara, instrumen, dan kewenangan masing-masing.”

(JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!