Soal Pembakaran Angkot di Grobogan, Kapolda: Seperti Teori Balon

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan kejadian pembakaran angkot yang terjadi di Kabupaten Grobogan, Rabu (6/2) dini hari terkait dengan kasus pembakaran kendaraan bermotor di Kota Semarang dan sekitarnya. Pasalnya, sudah ada cukup petunjuk untuk mengarah ke sana.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya mendapati pola yang serupa dengan peristiwa di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kendal. Mulai dari motif serta modusnya.

“Saya lihat motifnya, modusnya, kemudian dia menggunakan minyak dan sebagainya. Itu sama,” katanya saat dijumpai di Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (7/2).

Kapolda mengindikasi bahwa kejadian di Grobogan adalah efek dari ditingkatkannya keamanan di daerah Kota Semarang dan sekitar. Sehingga, pelaku menyasar ke kawasan lainnya.

“Seperti yang saya katakan tadi, (pelaku) mencari titik lemah. Jadi seperti teori balon, ditekan di sini, diobok-obok di sini, dikuatkan di sini, akan mecotot ke tempat lain,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kendaraan jenis angkot milik Jarmoyo, 42, warga Tegowanu Wetan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tegowanu, terbakar pada Rabu (6/2) dini hari, sekira pukul 01.30 WIB. Kejadian ini mulanya diketahui oleh warga setempat yang mendapati api sudah berkobar di badan kendaraan.

Angkot tersebut diketahui sudah dua hari terparkir di depan Toko Minimarket Lestari Jaya, Jalan No. 1, Gambreng, Tegowanu Ngetan. Api baru bisa dipadamkan berkat bantuan saksi dan warga sekitar.

Sementara itu, Kota Semarang sebagai lokasi dengan jumlah kasus terbanyak, selama dua hari ke belakang tidak ada kejadian lagi. Condro tidak menampik bahwa itu adalah buah koordinasi penguatan pengamanan belakangan.

“Kita memang tambah kekuatan, kekuatan kita yang biasanya dua per tiga jajaran di siang hari, kita balik jadi malam hari. Jam 12 (malam) sampai jam 5 (pagi), di perbatasan di titik-titik Semarang-Kendal, Semarang-Demak, pasti ada razia di situ. Babinsa dan Babinkamtibmas, memberikan pendampingan untuk siskamling,” katanya panjang.

“Grobogan kita minta Kapolresnya untuk menghitung, pemukiman yang rawan dan ada potensi kejadian, ada akses untuk pelarian. Itu didata, kita berikan bantuan tambahan bantuan pengamanan,” tutupnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.