Hampir Sebulan Markas BPN di Jateng, Karding: Nggak Ada Dampak

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Hampir genap sebulan markas pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berdiri di Kota Solo. Markas itu bertujuan untuk mendongkrak elektabilitas paslon capres-cawapres nomor urut 02 di Jateng. Namun kubu petahana menilai keberadaan markas itu justru sebagai pemanis perang urat saraf saja.

Ditemui saat acara deklarasi pemenangan Jokowi-Ma’ruf oleh Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Hotel MG Setos, Kota Semarang, Sabtu (2/2), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding menilai keberadaan markas BPN di Solo tak berdampak signifikan. Dirinya menganggap elektabilitas Jokowi masih kuat di Jateng.

“Itu sih psywar aja. Nggak ada dampak. Kami lihat di Pati, Wonogiri, banyak yang menyambut Sandi, tapi teriakkan Jokowi,” kata politikus PKB itu.

Bahkan Karding mengklaim, bergesernya Markas BPN ke wilayah Solo Raya belum menimbulkan efek apapun. Para pendukung Jokowi-Ma’ruf malah termotivasi untuk bermanuver lebih setelah markas itu berdiri. “Yang selama ini diam, itu dia akan bergerak,” tambahnya.

Mengenai target perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Jateng pada Pilpres 2019, masih sebanyak 80 persen. “Kami upayakan segitu,” cetusnya.

Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo sebelumnya telah diresmikan pada 11 Januari 2019 lalu. Peresmian dilakukan langsung Ketua BPN Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

Juru Bicara BPN, Ferry Juliantono sempat menyatakan pihaknya sangat serius membidik Jawa Tengah yang menjadi lumbung suara pasangan Jokowi di pilpres 2014 lalu. Salah satu caranya adalah dengan menggerus elektabilitas petahana melalui pendirian markas BPN yang bahkan lokasinya hanya berjarak 500 meter dari kediaman Jokowi di Solo.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.