DBD Meningkat Hingga 13.683 Kasus, ACT Siap Gelar Fogging Massal – Rakyat Jateng
NASIONAL

DBD Meningkat Hingga 13.683 Kasus, ACT Siap Gelar Fogging Massal

Ilustrasi pasien DBD. ACT dalam waktu dekat akan melakukan fogging (JPC)

JAKARTA, RAKYATJATENG – Risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meluas. Cuaca ekstrem dan hujan lebat yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, membuat penyebaran penyakit tersebut kian meningkat.

Dari 372 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi se-Indonesia, sebanyak 13.683 kasus tercatat per 29 Januari 2019. Sementara angka kematian kini mencapai 133 penderita.

Menyikapi kasus DBD yang semakin meningkat dan meluas, dalam waktu dekat Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan melakukan tindakan pencegahan dan edukasi kesehatan.

Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas ancaman kesehatan yang berpotensi menjadi masalah kemanusiaan masif.

“Salah satu ancaman kesehatan itu kini terjadi di depan mata. Bahkan kasus positif DBD juga terjadi pada keluarga terdekat, atau di lingkungan sekitar rumah,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (31/1).

“Selagi menjalankan aksi kemanusiaan di ranah global untuk diaspora Uighur, Pengungsi Suriah, atau Warga Gaza di Palestina, ACT juga turun tangan untuk mengatasi krisis DBD yang sedang merebak di sejumlah daerah di Indonesia,” lanjut dia.

Menurutnya, dalam waktu dekat ACT akan melakukan fogging atau pengasapan lingkungan yang terdampak DBD di beberapa wilayah di sekitar Jabodetabek.

“Data yang masuk ke kami, fogging akan dilakukan di wilayah Depok tepatnya di Cilodong, juga di Gunung Sindur, Bogor. Kami mendapat laporan terjadinya peningkatan kasus DBD yang signifikan di dua wilayah tersebut,” papar Lukman.

Tidak hanya itu, dia menegaskan bahwa untuk mengatasi sebaran DBD agar tak semakin meluas, harus dimulai dari kesadaran akan kesehatan lingkungan.

“Kami juga menyadari bahwa fogging pun tak cukup untuk mengatasi sebaran DBD yang semakin meluas. Lewat Tim Medis ACT yang tersebar di beberapa wilayah, ACT juga akan memulai edukasi atau penyuluhan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengajak warga untuk lebih waspada menghindari tumbuh kembangnya nyamuk DBD di musim penghujan ini,” tutur dia.

Peningkatan kasus DBD juga terjadi di DKI Jakarta hingga enam kali lipat dalam kurun sepekan terakhir. Data per 20 Januari 2019 sebelumnya mencatat sebanyak 111 kasus DBD, sementara per 27 Januari 2019 angka positif DBD tersebut meningkat drastis mencapai 613 kasus.

Setidaknya ada tiga wilayah dengan kasus DBD terbanyak, antara lain Jakarta selatan dengan 231 kasus, Jakarta Timur dengan 169 kasus, dan Jakarta Barat dengan 153 kasus. Kasus tersebar di lima kecamatan dengan tingkat kejadian atau Incidence Rate (IR) tertinggi.

IR sendiri adalah perhitungan kejadian setiap 100 ribu penduduk yang digunakan untuk mengukur proporsi kejadian DBD. Masyarakat diimbau untuk segera berobat jika mengalami demam mendadak, juga meminta masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air sebanyak mungkin.

(JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!