Tahun 2018, Serapan Anggaran Pemkot Semarang Capai 94,56 Persen

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menunaikan janjinya mengubah wajah Kota Semarang pada tahun 2018. Janji tersebut merupakan hal yang dia tekankan saat dilantik menjadi Walikota Semarang pada 17 Februari 2016 lalu.

Dari awal dirinya dilantik, Walikota yang juga disapa Hendi itu berupaya melakukan dasar-dasar perubahan pola pembangunan di Kota Semarang.

Hal itu dilakukannya dengan mendorong efektivitas dan efisiensi melalui pemutakhiran software serta aplikasi pendukung, mendorong adanya revolusi mental di tataran birokrasi melalui evaluasi berkala sistem Lapor Hendi, serta mendorong peningkatan kinerja ASN melalui rapat koordinasi bulanan yang diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah di Kota Semarang.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Semarang itu juga meletakkan berbagai dasar pembangunan lainnya, seperti mendorong perluasan wawasan pembangunan dengan studi banding di berbagai negara, juga mendorong perubahan kebijakan ekonomi dengan lebih fokus pada peningkatan perdagangan dan jasa, khususnya pariwisata.

Sebagai penegasan komitmennya untuk mengubah wajah Kota Semarang, Walikota Hendi meresmikan 466 program dan 2.906 kegiatan yang digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sepanjang tahun 2018.

Peresmian proyek tersebut diawali di Situation Room Pemkot Semarang yang merupakan ruang integrasi pembangunan di Kota Semarang saat ini.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan meninjau sejumlah proyek prestisius Kota Semarang di 2018, seperti Taman Indonesia Kaya, Semarang Bridge Fountain, Plaza Kandri serta Desa Wisata Cepoko.

Di tahun 2018 sendiri, Pemkot Semarang berhasil mengoptimalkan pembangunan. Hal tersebut terlihat dari serapan anggaran Pemkot Semarang yang mencapai 94,56 persen.

Tak hanya itu, sejumlah apresiasi dari berbagai pihak juga diberikan untuk Pemkot Semarang. Tercatat sebanyak 47 penghargaan didapatkan Walikota Hendi bersama jajarannya selama tahun 2018.

Seperti pada ajang Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award 2018, Kota Semarang dinobatkan sebagai kota wisata terbaik ke-4 di Indonesia.

Hal ini tentunya tak lepas dari komitmen Walikota Hendi bersama Pemkot Semarang untuk meningkatkan estetika perkotaan agar lebih menarik.

Sepanjang tahun 2018, berbagai upaya dilakukan untuk mengubah wajah Kota Semarang. Mulai dari peningkatan ruang publik, seperti Taman Indonesia Kaya, peningkatan sarana olahraga, seperti lapangan futsal rumput sintetis, hingga penataan permukiman dengan membangun 65 Kampung Tematik.

Di sisi lain, Walikota Semarang yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan itu pun fokus pada peningkatan kualitas lingkungan Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan Walikota Hendi melalui peningkatan produktivitas lahan hijau dengan merevitalisasi Hutan Tinjomoyo.

Selain itu peningkatan akses air bersih yang ditandai dengan dimulainya project SPAM Semarang Barat, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta penanganan banjir wilayah timur dengan melakukan normalisasi sungai dan pembangunan rumah pompa.

“Meskipun saya optimis wilayah Genuk 90 persen bebas dari banjir dan rob, namun harus diketahui bahwa tantangan ke depan masih banyak. Tahun 2019 ini wilayah perbatasan akan kita dorong untuk memperoleh lebih banyak program rehab rumah tidak layak huni. Hal itu untuk mengentaskan penanganan wilayah kumuh di Kota Semarang,” tegas Walikota Hendi.

“Camat juga saya minta untuk lebih aktif lagi turun ke bawah untuk membangun wilayahnya. Untuk itu, saya butuh pemimpin di wilayah yang agresif,” pungkasnya. (sen)



One thought on “Tahun 2018, Serapan Anggaran Pemkot Semarang Capai 94,56 Persen

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point. You obviously know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving us something enlightening to read?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.