Tabligh Akbar Alumni 212 Akan Digelar di Solo, Begini Sikap Bawaslu Jateng – Rakyat Jateng
POLITIK

Tabligh Akbar Alumni 212 Akan Digelar di Solo, Begini Sikap Bawaslu Jateng

Fajar Saka

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tablig akbar akan dihelat di kawasan Gladak, Solo, pada Minggu (13/1) pagi. Pemberitahuan kegiatan telah diajukan oleh Persaudaraan Alumni 212 Solo Raya ke kepolisian dengan tembusan Bawaslu Jateng.

Acara ini sendiri bertajuk ‘Putihkan Solo, Kibarkan Bendera Tauhid’. Hadir pula sebagai pembicara adalah Ustad Haikal Hasan, KH. Slamet Ma’arif, KH. Muinudinilah Basri dan masih banyak lagi.

Menyikapi kegiatan itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah sudah meminta Bawaslu Kota Solo agar berkoordinasi dengan panitia lokal. Komunikasi sebaik mungkin supaya mengantisipasi saat pelaksanaan di hari H nanti tidak akan ada kegiatan berbau kampanye.

Bawaslu Jateng juga telah meminta agar kegiatan tablig akbar alumni 212 di Kota Solo ini nihil dari kegiatan yang mengarah kampanye. Ini mengacu pada perizinan atau pemberitahuan awalnya yakni acara sosial kemasyarakatan.

“Baik itu pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, orasi, seruan, ajakan, mendukung atau tidak mendukung salah satu peserta pemilu. Ini berlaku untuk kelompok apapun,” jelas Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka di kantornya, Kota Semarang, Kamis (10/1).

Menurutnya, dari informasi dan perizinan yang diajukan, kegiatan itu bukanlah kegiatan kampanye. “Judulnya bukan kegiatan kampanye. Kalau bukan ditujukan untuk kegiatan kampanye, wajib dijaga. Tidak ada disusupi kegiatan yang berbau kampanye dalam bentuk apapun,” katanya.

Bawaslu Jateng, kata Fajar, sudah dimintai pertimbangan dari kepolisian mengenai salah satu agenda di tabligh akbar. Yaitu pembekalan relawan TPS. Bawaslu Jateng menyarankan supaya acara itu direvisi. Dengan alasan rentan disusupi kegiatan pendukungan terhadap kontestan pemilu.

“Kegiatan dukung mendukung itu bisa bermacam-macam. Semisal menyatakan dukungan ke salah satu peserta pemilu, bisa menyiapkan fasilitasi ke peserta pemilu tertentu. Itu kami harapkan untuk diperbaiki, murni kegiatan sosial saja. Itu yang kami sarankan ke polisi,” beber dia.

Pihak Bawaslu sedari awal sebenarnya menghormati dan menghargai siapapun yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum, seperti acara ini. Akan tetapi, manakala diselenggarakan dalam rangka kampanye maka ketentuan tentang hal yang berlaku harus dipenuhi. “Kalau mau kampanye, silakan kampanye sekalian, tapi dipenuhi syarat-syarat untuk pengajuan dan pemberitahuan kampanye. Jadi pilihannya sederhana sebenarnya, mau kampanye atau tidak kampanye, itu saja,” jelasnya. (sen-JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!