Menderita Thalasemia, Gadis 10 Tahun di Purwokerto Ini Harus Transfusi Darah Seumur Hidup

oleh

PURWOKERTO, RAKYATJATENG – Vina, gadis berusia 10 tahun yang tinggal di Dusun Depok, Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan ini, menderita Thalasemia sejak tiga tahun yang lalu.

Penyakit Thalasemia tersebut membuatnya harus rutin melakukan transfusi darah seumur hidup.

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika, sehingga menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi seperti orang normal.

Melalui tim Mobile Social Rescue Aksi Cepat Tanggap (MSR-ACT) daerah Banyumas, belum lama ini mengunjungi kediaman Vina untuk bersilaturahim sekaligus melihat kondisinya.

“Awalnya saya lihat Vina perutnya membuncit seperti orang hamil. Sampai akhirnya dia tidak bisa berjalan karena badannya lemas,” ungkap Suwarni, ibunda Vina.

Ia melanjutkan, jika helmoglobin rendah atau kurang dari angka 7, sekali transfusi bisa dua kantong darah sekaligus.

Sekar, salah satu rerlawan ACT ketika melakukan kunjungan, melihat kondisi Vina sudah mampu berjalan dan bermain seperti anak-anak lainnya.

“Alhamdulillah, kondisi Vina berangsur membaik. Di awal sakitnya dia harus melakukan transfusi darah dua minggu sekali. Namun sekarang menjadi tiga minggu sekali. Tetapi kondisi yang diderita Vina menjadikan ia hanya mampu bersekolah empat hari dalam sepekan,” katanya.

Ia menambahkan, jangankan untuk berobat, demi mencukupi kebutuhan harian saja keluarganya masih kekurangan.

Belum genap sepekan, Suwarni, ibunda Vina memutuskan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan Rp 30 ribu per hari.

“Sementara suaminya, Sutar, memiliki mata pencaharian sebagai pembuat batu bata merah dengan upah Rp 75 ribu sampai dengan Rp 150 ribu dalam sepekan,” ujarnya.

Melihat keadaan tersebut, tim MSR-ACT akan melakukan pendampingan kesehatan kepada Vina, yang selama ini menjadi kendala untuk penanganan penyakit Vina.

“Salah satu kendala untuk berobat yakni, orangtuanya tidak memiliki kendaraan bermotor yang bisa digunakan untuk mengantar Vina ke rumah sakit. Alhasil, selama ini meminjam mobil ambulans atau meminjam motor milik tetangganya,” tutur Kepala Program ACT Jateng, Giyanto.

Giyanto mengatakan, berkat donasi yang diamanahkan masyarakat kepada ACT, Insya Allah dalam waktu dekat akan memberikan pendampingan kesehatan untuk Vina melakukan transfusi darah.

“Selain itu juga memastikan dia mendapat layanan kesehatan yang layak,” katanya. (sen)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.