Selama 2018, Pemkot Semarang Terima 12.701 Laporan Masyarakat – Rakyat Jateng
RAKYAT SEMARANG

Selama 2018, Pemkot Semarang Terima 12.701 Laporan Masyarakat

SEMARANG, RAKYATJATENG – Semangat mewujudkan “kota semua buat semua” terus digelorakan Walikota Hendrar Prihadi untuk warga Kota Semarang.

Dengan semangat ini, Kota Semarang ada dari dan untuk warganya serta warga Kota Semarang ikut bergerak dari dan untuk Kota Semarang.

Semangat “all for one, one for all” ini kemudian diwujudkan dalam konsep Bergerak Bersama.

Hal tersebut disampaikan Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut di hadapan para narasumber, moderator dan peserta Rakor Aksi Hak Asasi Manusia di ruang Ramashinta, Patra Semarang Hotel and Convention, Senin (26/11).

“Sebagaimana faunding father kita, Ir Soekarno, kita ingin mendirikan satu negara “semua buat semua”, bukan negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya,” ungkap Walikota Hendi.

Hal ini pun diamini Kota Semarang. Kota ini, lanjut Walikota Hendi akan menjadi kota yang nyaman dan ramah sekaligus menjamin pemenuhan hak asasi setiap warganya dari kelompok dan golongan manapun.

Tiga konsep kota ramah HAM yang didorong Hendi yakni kesetaraan, ruang aspirasi serta kolaborasi. Konsep kesetaraan diwujudkan Hendi dalam berbagai bidang mulai dari kesejahteraan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga gender.

Dicontohkannya, dengan visi mewujudkan kota perdagangan jasa berbasis pariwisata, Hendi optimis roda perekonomian di Kota Semarang lebih merata.

Tak hanya dilakoni para pemodal besar, tetapi sektor pariwisata juga menjanjikan lapangan kerja serta pendapatan bagi semua kelas masyarakat, tua, muda, perempuan, laki-laki, serta pemodal besar, menengah hingga kecil.

“Pak Sukiman misalnya, yang berusia 80 tahun dan awalnya tak berpenghasilan, saat ini berpenghasilan Rp 200.000/hari dengan menyediakan spot swafoto di Kampung Pelangi,” papar Walikota Hendi.

Tak hanya itu, di Kampung Pelangi, Ani Purwono, 33 tahun, yang sebelumnya sebagai ibu rumah tangga murni, kini mampu membantu ekonomi keluarganya dengan berpenghasilan Rp 600.000/ hari dari hasil berjualan makanan dan minuman.

Kesetaraan juga terasa dari sektor kesehatan dimana UHC memberikan jaminan kepada warga Kota Semarang dari semua golongan untuk mendapatkan kesehatan grátis jika mau dirawat di kelas 3. Selain itu, layanan Ambulan Hebat lengkap dengan alat dan tim medis juga siap memberi layanan kesehatan 24 jam gratis bagi warga Kota Semarang.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan juga terus dilakukan dengan konsep ramah lingkungan serta kaum difabel. Mulai dari 6.000 m pedestrian yang dilengkapi guidance block, kamar mandi ramah difabel dan lansia yang dilengkapi dengan pegangan, serta jalur khusus difabel di área Balaikota dan ruang publik terus ditambah.

Tak hanya itu, Walikota Hendi juga terus membuka kran aspirasi dari warga masyarakat sehingga membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah, masukan terhadap pemerintah.

“Harapannya tak ada lagi sekat, batasan antara masyarakat dan jajaran pemerintah. Yang ada adalah rasa kedekatan, saling memiliki dan kepedulian,” ungkap Walikota Hendi.

Tercatat 12.701 laporan selama tahun 2018 dilaporkan warga masyarakat dari berbagai kanal aduan yang dibuka baik medsos, call center 112, SMS Lapor Hendi. Aduan tersebut, ditangani paling lama 5 hari untuk perbaikan Kota Semarang. Sebanyak 12.094 telah tertangani dan sisanya masih membutuhkan tindak lanjut khususnya dari sektor penganggaran karena membutuhkan dana besar.

Konsep ketiga dalam mewujudkan HAM, lanjut Hendi, adalah dengan menggerakkan kolaborasi yang dibangun dari kecintaan, kebanggaan serta kepedulian warga sehingga ikut bergerak bersama membangun Kota Semarang. Dengan konsep ini, Hendi menginovasi program Kampung Tematik yang mampu menggerakkan dan mengembangkan potensi lokal yang ada. (sen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!