Berwisata ke Taman Kincir Angin Karanganyar – Rakyat Jateng
DAERAH

Berwisata ke Taman Kincir Angin Karanganyar

Festival Kincir Angin ini didesain layaknya sebuah taman. Di dalam taman itu ada ratusan kincir angin dengan berbagai ukuran dan bentuk. Ada yang berbentuk ikan, burung, manusia, kapal dan berbagai bentul lainnya. (Ari Purnomo/JPC)

KARANGANYAR, RAKYATJATENG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-101, Pemkab Karanganyar mengadakan sejumlah kegiatan. Salah satu yang menarik adalah Festival Kincir Angin. Festival ini diadakan di kompleks gedung olahraga RM Said atau belakang gedung DPRD Karanganyar.

Festival Kincir Angin ini didesain layaknya sebuah taman. Di dalam taman itu ada ratusan kincir angin dengan berbagai ukuran dan bentuk. Ada yang berbentuk ikan, burung, manusia, kapal dan berbagai bentul lainnya.

Panitia sudah mendesain penempatan kincir dengan sangat apik. Sehingga, saat ada angin berembus seluruh kincir angin bisa berputar. Termasuk juga sebuah kincir dengan desain yang agak aneh. Kincir tersebut terbuat dari bahan khusus yang dicetak.

Dengan perhitungan yang cukup detail, kincir tersebut dapat berputar dengan sangat eloknya. Koordinator Taman Kincir Angin, Joko Prayitno mengatakan, bahwa ide menghadirkan taman kincir angin ini sebagai ajang promosi ekonomi kreatif masyarakat Karanganyar.

Dengan adanya taman tersebut, masyarakat menjadi tahu bahwa di Karanganyar terdapat sentra industri pembuatan kincir angin. Promosi ini tidak hanya ditujukan kepada warga Karanganyar saja. Tetapi, juga warga dari luar Karanganyar.

“Kami ingin mempromosikan kincir angin buatan Karanganyar, ini perlu diapresiasi. Karena Taman kincir angin ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia,” ucap kakek yang akrab disapa Pak Yitno, Sabtu (27/10).

Yitno yang juga sebagai Ketua Dua Ekonomi Kreatif di Karanganyar mengatakan, bahwa di Taman Kincir Angin tersebut menghadirkan berbagai model kincir. Bahkan tidak hanya bentuk kincir saja, tetapi juga bentuk yang lainnya. “Apapun yang bisa digerakkan oleh angin kami pamerkan di sini,” ucapnya. Yitno sendiri sudah lebih kurang 10 tahun membuat berbagai permainan tradisional.

Mulai dari othok-othok, kincir angin, terompet naga, bendera dan juga berbagai mainan yang lainnya. Taman yang dihadirkan di lahan yang luasnya hanya seperempat lapangan sepakbola ini sudah berlangsung sejak Jumat (26/10). Sajian kincir angin ini bisa dinikmati pengunjung hingga Minggu (28/10) besok.

Menurutnya, Taman Kincir Angin ini akan lebih indah saat malam hari. Karena, akan ada lampu-lampu yang di pasang di beberapa titik. Sehingga, sangat bagus jika digunakan untuk lokasi berfoto.

Salah satu pengunjung, Eko Siswanto,31 mengungkapkan, adanya Taman Kincir Angin cukup bagus. Hanya saja, menurutnya perlu adanya sejumlah perbaikan. Mulai dari jumlah kincir dan juga luas lahan yang digunakan. “Secara keseluruhan sudah cukup bagus, tetapi perlu ditambah lagi jumlahnya. Sehingga yang melihat juga bisa lebih nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Sumardi, 48, mengaku tertarik dengan Taman Kincir setelah mendengarkan cerita dari anaknya. “Katanya ada Taman Kincir Angin di sini, lalu saya datang dan melihatnya. Memang cukup bagus dan menarik,” ungkapnya. (apl/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!