Porprov Jateng 2018: Solo Mulai Tempel Ketat Semarang – Rakyat Jateng
OLAHRAGA

Porprov Jateng 2018: Solo Mulai Tempel Ketat Semarang

BANTING: Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng untuk cabor kempo yang digelar di Graha Wisata Niaga. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO, RAKYATJATENG – Sempat tercecer di posisi kelima di dua hari perdana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018, ternyata tuan rumah Kota Solo sukses tancap gas.

Hingga pukul 19.00 (22/10) updatean dari pihak KONI Jateng menunjukkan Solo berada di posisi kedua dengan tabungan 29 emas, 30 perak darn 38 perunggu. Emas Kota Solo, masih kalah dari Kota Semarang yang sudah meraih 45 emas hingga data masuk malam kemarin.

Panahan jadi lumbung emas bagi Solo. hingga data yang masuk malam kemarin, tercatat tujuh emas, empat perak dan satu perunggu berhasil diraih.

Hendika Pratama sudah sukses mendulang tiga emas, yang diraihnya dari kelas divisi compound putra sesi I, divisi compound putra sesi II, dan divisi compound putra total sesi I dan sesi II.

Tiga emas juga diraih pemanas Vinethea Natayasha. Dirinya sukses menyumbangkan emas dari kelas devisi recurve putri sesi 1, divisi recurve putri total sesi I dan sesi II, dan total beregu recurve putri, bersama Chatharine Thea, dan Nawang Cristekka.

Cabor wushu juga sukses unjuk gigi, dengan berhasil menyumbangkan tiga emas, dua perak dan tiga perunggu. Dua emas di kelas taolu diraih oleh Fayla Maharani Ningtyas (nan quan+nan dao-individual putri), dan Alxandria Calista Setiawan (taiji quan+taiji jian-individual putri).

Hari ketiga sudah masuk di kategori sanda (tarung), setelah sebelumnya terjun di kategori taolu (seni) di Hartono Trade Center.

”Kita sebelumnya target dua medali emas, kini tiga medali emas sudah kita. Ini artinya kita sudah melampaui target,” ujar Pelatih Wushu Kota Solo, Martin kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Target menambah medali masih terbuka, karena beberapa kelas sanda juga belum semuanya selesai digelar.

”Anak-anak saya selalu menyampaikan yang penting kita bertanding dengan melakukan yang terbaik dan tetap fokus saat pertandingan,” ujarnya.

Arung Jeram sukses menyumbangkan emas dari kelas sprint R2 putra, yang diisi oleh Ghazy Hanafi dan Adimas Satrio Wibowo.

Selain itu Solo juga sukses meraih dua perunggu, yang diraih dari kelas R4-Beregu Putri (Radjadin Canavaro Vieri/Aulia Dwiyani Kusumaningrum/Oktanti Nueke Sulistyani/Novalia Eka Sadriani), dan slalom R2 putra (Ghazy Hanafi/Adimas Satriyo Wibowo).

”Karena ini musim kemarau. Debit air yang kecil (di Sungai Elo Magelang) ini mengharuskan tim semakin mengerahkan banyak tenaga untuk mendayung perahu,” beber manager tim arung jeram Kota Surakarta, Bagas Pandu.

Situasi ini sebenarnya sudah diprediksi Bagas dan tim saat latihan, beberapa bulan sebelum pertandingan. Sejak Agustus, Magelang belum pernah diguyur hujan deras. Ini yang kemungkinan membuat debit air Sungai Ello menjadi kecil.

”Selebihnya pertandingan berjalan lancar. Mungkin lebih ke penguatan mental atlet. Karena kontingen Solo hampir seluruhnya masih SMA, jadi mental perlu diasah menghadapi kabupaten dan kota lain yang mayoritas atletnya sudah punya jam basah tinggi,” sambungnya. (rs/aya/per/JPR/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!