Bupati Mewajibkan PNS Memakai Sepatu Asli Buatan Pati – Rakyat Jateng
RAKYAT PANTURA

Bupati Mewajibkan PNS Memakai Sepatu Asli Buatan Pati

DIDUKUNG KEBIJAKAN: Bupati Pati Haryanto (kanan) dan Wakil Bupati Saiful Arifin (kiri) menunjukkan sepatu buatan Pati saat mengunjungi sentra pembuatan sepatu di Desa Suwaduk, Wedarijaksa (30/7). (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

PATI, RAKYATJATENG – Pada sebuah kesempatan Senin (30/7) lalu, Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) melakukan kunjungan ke sentra pembuatan sepatu di Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa. Rombongan Bupati Haryanto cukup komplet. Kepala Koperasi dan  UMKM Ahmad Kurnia dan para kabidnya, serta Kabag Humas Rasiman beserta tim juga turut membuntuti ke sentra UMKM sepatu asli Pati tersebut.

Wartawan juga tak ketinggalan secara khusus diajak untuk mengunjungi unit-unit usaha sepatu. Sentra sepatu di kawasan tersebut sebenarnya ada banyak. Dua lokasi yang dikunjungi Haryanto dan Safin. Langkah bupati satu ini tak canggung menjejak di halaman rumah Mustofa, salah satu pengusaha sepatu.

Bahkan orang nomor 1 di Bumi Mina Tani ini menyempatkan menyalami seorang kakek, tetangga Mustofa, yang duduk di teras rumah. Mustofa yang saat itu mengenakan kaus putih berkerah dan bercelana cokelat pudar dengan langkah tergopoh menyambut rombongan.

Sebelum banyak bercakap dengan Mustofa, Bupati Haryanto sempat menyebar pandangan ke seisi dapur produksi sepatu itu. Ia mendekati seorang pekerja perempuan yang sedang mengelem kulit sepatu.

”Kok pakai jari tangan, Mbak. Harusnya menggunakan alat,” tegur Haryanto saat melihat pekerja perempuan yang merekatkan kulit dengan tangan telanjang.

”Sebenarnya ada alatnya Pak, tapi dia lebih nyaman langsung pakai jari,” bela Mustofa buru-buru.

”Nah gini lho pakai alat kuas,” kata Haryanto cepat menukas sembari mendekat ke seorang pekerja laki-laki yang merekatkan bagian sol sepatu dengan lem.

Tak lama suami dari Musus Haryanto ini mencopot sepatu di kaki kirinya. ”Sepatu ini bikinan Suwaduk,” ujarnya sambil memperlihatkan sepatu. Dia juga menunjukkan bagian dalam sepatu agar semua orang percaya.

Wabup Safin tak ketinggalan. ”Saya juga pakai ini, buatan sini (Desa Suwaduk),” kata Safin menimpali.

Suasana pun berubah gerrrr melihat dua pasang pemimpin Pati tiba-tiba mencopot sepatu yang dikenakan.

”Sepatu ini sangat murah. Tapi sudah seperti sepatu mahal. Kasih tambahan busa di dalam, agar lebih nyaman dipakai,” tuturnya.

Bupati Haryanto memberi tahu ke Mustofa dan anak buahnya bahwa Pemkab Pati mewajibkan PNS memakai sepatu asli buatan Pati. Di Bumi Mina Tani ada sekitar 13 ribu PNS.

”UMKM perlu didukung dengan pasar yang jelas. Kami sudah menerbitkan perbup yang mewajibkan menggunakan sepatu produk lokal Pati setiap Kamis. Selain sepatu PNS juga wajib mengenakan ikat pinggang produk Pati,” tegas dia.

Didatangi dua pemimpinnya, Mustofa berkeluh mengenai kendala permodalan. Pengusaha mikro ini menginginkan adanya jangka waktu permodalan yang lebih lama. Di samping itu juga tenaga kerja yang keluar masuk, sehingga harus mendidik lagi karyawan baru.

Wabup Safin yang menyimak percakapan Bupati Haryanto dan  Mustofa mengatakan, pengusaha UMKM harus lebih detail dalam administrasi untuk memudahkan akses kredit. ”Sedangkan masalah kerapnya karyawan keluar, mesti diberikan insentif lebih agar tertarik untuk lebih lama bertahan,” kata Safin.

Salah satu sepatu produksi Mustofa diberi merek Forist. Nama Forist merupakan perpaduan dari dua kata ”For” dan ”Ist”. ”For itu bahasa Inggris artinya untuk. Kalau Ist itu nama anak saya, Istnaeni,” terangnya.

Usai di lokasi produksi Mustofa, rombongan melanjutkan blusukan ke produksi sepatu milik Nur Hadi. Tak ada satu menit dari tempat Mustofa rombongan sudah tiba di tempat tersebut. Bupati Haryanto dan Wabup Safin harus masuk gang sempit, karena tempat produksinya berada di himpitan sejumlah bangunan.

Nur Hadi mem-branding sepatu dengan merek Burici. Ada cerita di balik pemberian merek itu. Nur Hadi sebelum mahir membuat sepatu di tempat usaha Bu Rici di Jawa Barat.

Bupati Haryanto lagi-lagi memberi keyakinan, bahwa dia memakai sepatu asli Pati dengan mencopot dan menunjukkan merek sepatunya. Sepatu seharga Rp 160 ribu di kaki politisi PDIP itu jadi kelihatan mahal.

Wabup Safin juga tak ketinggalan mencopot sepatunya lagi. Melihat garis-garis di permukaan kulitnya, sepatu itu sudah lama dipakai Bupati Haryanto.

Sepasang sepatu yang dipakai kedua pimpinan wong Pati ini sudah sampai ke mana-mana. Baik untuk tugas dinas di dalam Pati maupun ke luar. Bupati Haryanto mengaku sepatu ini sudah sering dikenakan saat ke Jakarta. ”Bahkan sepatu ini sudah sampai di istana presiden,” kata Wabup Safin menambahi.

Bupati Haryanto kembali menyuntikkan optimisme dengan menyosialisasikan dukungan kebijakan PNS wajib memakai sepatu Pati. Bahkan, tak hanya PNS tapi akan berkembang ke kepala desa maupun perangkat desa. ”Atau bahkan keluarga PNS. Karena istri saya sendiri juga ternyata beli sepatu untuk acara-acara PKK,” katanya. (ks/him/lin/aji/JPR/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!