Ditemukan di Hutan, Mayat Perempuan Tewas Terbakar dan Sulit Dikenali – Rakyat Jateng
DAERAH

Ditemukan di Hutan, Mayat Perempuan Tewas Terbakar dan Sulit Dikenali

Petugas melakukan olah TKP dua hari lalu. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BLORA, RAKYATJATENG – Aparat kepolisian hingga kemarin belum mengantongi identitas korban dugaan pembunuhan di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora. Jenazah korban masih disimpan di almari pendingin kamar mayat RSUD dokter Soetijono Blora.

Sebelumnya tersiar kabar kalau korban ini salah satu pemandu karaoke (PK). Namun, saat dikroscek ke pengusaha karaoke di Blora tidak ada yang mengetahui. Mereka juga tidak ada yang kehilangan.

Kondisi itu membuat Polres Blora kesulitan menguak siapa korban. Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasatreskrim AKP Heri Dewi Utomo mengakui, identitas korban belum diketahui. Begitu juga dengan siapa pelaku dan motifnya. “Kok pelaku, korban saja (identitasnya) belum,” ujar AKP Heri Dewi Utomo.

Sementara itu, Kepala Desa Sendangwates Suparjo, 60, mengaku, hingga kemarin belum mendapat kabar identitas perempuan yang dibakar. Dia sempat dimintai keterangan dari Polsek Kunduran terkait kronologi penemuan mayat yang mengenaskan tersebut.

“Tadi siang (kemarin) Satpol PP juga datang tanya kepada saya identitas korban. Saya jawab tidak tahu. Begitu juga saat ditanya pak polisi, tak jawab apa adanya seperti kemarin,” jelasnya.

Tubuh korban pertama kali ditemukan cukup mengenaskan. Tubuhnya gosong. Tidak dapat dikenali lagi. Jasadnya ditemukan tergeletak di kawasan Ngawenombo, Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Jalan Kunduran Todanan, Rabu pagi (1/8).

Saat ditemukan dalam posisi miring. Diduga mayat tersebut perempuan. Begitu tersiar kabar ada mayat yang terbakar, ratusan warga Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora dan sekitarnya memadati lokasi penemuan. Hingga kini, identitasnya belum diketahui.

Sebelumnya, 15 Februari 2018 lalu aksi pembunuhan seorang perempuan juga terjadi di di petak 119 RPH Jatisumo Blora. Pelakunya Edi Sumarsono alias Sondong, 24, warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora. Sementara korbannya Ida Lestyaningrum, 27, warga Wedung, Demak. Saat ini Sodong sudah divonis 10 tahun penjara. Namun, JPU memutuskan banding. (ks/sub/ris/aji/JPR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!