Serem! Disimpan di Tas Rangsel, Mahasiswi di Boyolali Ini Sempat Bawa Mayat Anaknya Ikut Kuliah – Rakyat Jateng
DAERAH

Serem! Disimpan di Tas Rangsel, Mahasiswi di Boyolali Ini Sempat Bawa Mayat Anaknya Ikut Kuliah

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Warga geger. Sesosok mayat bayi ditemukan dalam bungkusan plastik kresek, di Dukuh Gagaksipat Rt 02 Rw 04, Dusun Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (26/7) lalu, sekira pukul 11.30 WIB.

Polisi dari Polres Boyolali bergerak cepat dengan mengamankan seorang mahasiswi yang diduga pemilik bayi itu. Wanita muda itu berinisial Fm (19), seorang mahasiswi salah satu kampus, warga Nogosari, Kabupaten Boyolali.

Seremnya, mahasiswi ini sempat membawa mayat anaknya itu ke dalam kelas, saat dirinya mengikuti kuliah, dengan cara dipangku. Sepulang kuliah, dia kemudian membuang mayat bayi anak kandungnya itu.

Kasus ini bermula ketika seorang warga Setyo Wahyu Murdani dan Yunus Iwan Darwanto mencari lumut di saluran irigasi Dusun Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. “Saat itu, saksi melihat ada bungkusan kardus yang dibungkus dengan plastik kresek yang tampak mencurigakan, setelah dilihat ternyata adalah mayat bayi,” kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi Sik Msi kepada wartawan, Senin (30/7).

Kasus penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ngemplak.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa ada seorang perempuan yang belum bersuami telah memeriksakan kehamilan di Puskesmas Nogosari. Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap perempuan tersebut.

“Awalnya yang bersangkutan tidak mau mengakui, namun setelah dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis OBGYN (kandungan) diperoleh keterangan bahwa benar yang bersangkutan baru saja telah melahirkan seorang bayi,” jelas Kapolres.

Kepada polisi, perempuan muda itu mengaku dirinya telah melahirkan di kamarnya, di Dusun Kenteng, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Selasa, 24 Juli, sekira pukul 21.50 WIB. “Menurut keterangan dari pelaku, dia melahirkan sendiri bayinya tanpa bantuan dari orang lain,” ujarnya.

Saat itu, pelaku sempat meraba detak jantung bayinya dan tidak merasakan detak jantung dan nafas dari bayinya. Selanjutnya, pelaku membungkus bayinya dengan menggunakan kain kerudung dan ditidurkan dikasur di dalam kamarnya.

Keesokan harinya, Rabu (25/7), sekira pukul 16.00 WIB, pelaku tetap bermaksud berangkat kuliah. Dia lalu memasukkan bayinya ke dalam kardus dan dimasukan kedalam tas kresek warna hitam. Sedangkan plasenta atau ari-arinya dimasukan ke dalam tas kresek warna hitam yang lain.

Setelah itu, mayat bayinya dimasukan ke dalam tas laptop warna hitam (tas ransel). Selanjutnya pelaku berangkat ke kampus. Selama mengikuti kuliah di dalam kelas, pelaku memangku tas ransel berisi mayat bayinya tersebut.

Seusai kuliah, sekira pukul 20.00 WIB, pelaku pulang. Di tengah perjalanan pelaku berhenti di area persawahan Dukuh Gagaksipat RT 02 RW 04, Dusun Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Pelaku lalu meletakkan dua tas kresek berisi mayat bayi dan plasenta di samping talud pinggir sungai. Setelah itu dia pulang.

Keesokan harinya sekira pukul 08.00 WIB, pelaku berangkat ke kampus melewati tempat kejadian dan masih melihat bayinya yang dibuang berada di tempat semula. Namun ketika di kampus, sekira pukul 16.30 WIB, pelaku melihat Instagram ICS dan mengetahui bahwa bayinya yang dibuangnya telah ditemukan orang.

Pelaku hamil di luar nikah dengan pacarnya berinisial SDP (21), warga Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat (3) dan (4) Yo pasal 77B UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal Pasal 341 KUHP dan 342 KUHP. Dia terancam hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun. (sen/yon)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!