Mulai 24 Juli, Tarif Tol Semarang–Bawen Naik, Segini Besarannya – Rakyat Jateng
RAKYAT SEMARANG

Mulai 24 Juli, Tarif Tol Semarang–Bawen Naik, Segini Besarannya

FAJAR.CO.ID, UNGARAN – Tarif tol Semarang – Solo seksi I dan II (Semarang – Bawen) akan dinaikkan mulai Selasa (24/7) mendatang. Kenaikan tarif tol tersebut berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 429/KPTS/M/2018 tanggal 10 Juli 2018 tentang penyesuaian tarif tol pada jalan tol Semarang-Solo Seksi I dan II (Semarang-Bawen).

Direktur Operasional dan Teknik PT TMJ Ali Zaenal Abidin mengatakan,sosialisasi penyesuaian tarif tersebutsudah dilakukan. Antaralain, dengan memasang beberapa spanduk di tol dan VMS (variable message sign) di beberapa titik di ruas tol TMJ.

“Kita akan melakukan penyesuaian tarif tol mulai Selasa (24/7) pada pukul 00.00,” kata Ali kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (20/7).

Adapun besaran tarif yang akan disesuaikan menjadi sebesar untuk kendaraan kecil golongan I berupa sedan, jip, truk kecil, serta bus sebesar Rp 7.500 di Seksi I (Semarang-Ungaran) dan Rp 8.000 di Seksi II (Ungaran-Bawen).

Sementara untuk truk golongan II dan III akan dikenakan tarif sebesar Rp 11.000 di Seksi I dan Rp 12.000 di Seksi II. Sedangkan truk golongan IV dan V besarnya tarif tol yang disesuaikan adalah Rp 15.000 di Seksi I dan Rp 16.000 di Seksi II. “Tarif tol ini rata-rata naik Rp 500 sampai Rp 1.000 untuk kendaraan golongan I dan II, dan turun antara Rp 3.000 hingga Rp 12.500 untuk kendaraan golongan III, IV dan V,” ujarnya.

Penyesuaian dan evaluasi tarif tol ini dilakukan berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi. “Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 pasal 68 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 43 tahun 2013, bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” ujarnya.

Tarif tol awal, lanjutnya, dihitung berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan dan kelayakan investasi. Sedangkan perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.

Menurutnya, secara bisnis plan berdampak ke laba project. “Tapi kami terus berkoordinasi dengan BPJT mengenai kompensasi-kompensasi yang diberikan oleh pemerintah,” katanya.

Di dalam penyesuaian tarif tol Semarang-Solo Seksi I dan II ini, PT TMJ juga akan meningkatkan pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM). Antara lain, kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksebilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan dan bantuan pelayanan serta kebersihan lingkungan maupun kelaikan rest area.

Audit SPM oleh BPJT ini, imbuhnya, sebenarnya sudah selesai pada Maret 2018, sehingga penyesuaian tarif segera bisa dilakukan pada Mei. Namun karena kesibukan stakeholder dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2018, penyesuaian tarif tertunda.
(sm/ewb/aro/ap/JPR/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!