Hadiri Haul dan Khataman Ponpes An Najah Sragen, Ini Pesan Jokowi – Rakyat Jateng
NASIONAL

Hadiri Haul dan Khataman Ponpes An Najah Sragen, Ini Pesan Jokowi

KHATAMAN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam kegiatan Khataman Alquran dan Haul di Ponpes An Najah, Sragen, Sabtu (14/7) malam. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

SRAGEN, RAKYATJATENG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pengajian Khataman Alquran dan Haul di Pondok Pesantren An Najah, Gondang, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (14/7) malam. Selain Presiden Jokowi, terlihat pula hadir, Mensesneg Pratikno, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen pol Condro Kirono, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Pada kesempatan tersebut Jokowi yang malam itu mengenakan setelan jas dan sarung tenun dan berpeci hitam memberikan pesan kepada para tamu undangan. Salah satu pesan yang disampaikan adalah agar seluruh warga masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Menurutnya, kerukunan masyarakat di Indonesia menjadi aset yang sangat berharga. Persatuan, kerukunan merupakan aset terbesar indonesia yang sampai sekarang dijaga dengan baik.

“Jangan sampai karena pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden menjadi tidak saling sapa antar tetangga. Ongkos sosialnya paling besar. Beda pilihan boleh tidak apa-apa tapi tetap rukun,” pesan Jokowi kepada ribuan tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Jokowi menambahkan, bahwa dalam setiap kesempatan dirinya selalu menyampaikan dan mengingatkan bahwa Indonesia negara besar. Tidak hanya itu, Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Ini selalu saya sampaikan di konferensi internasional. Banyak yang tidak tahu 263 juta. Di 17 ribu pulau, 714 suku berbeda-beda bahasa daerah. Ini anugerah yang sering kita lupa,” terang Jokowi.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes An Najah, Godang Sragen, K.H. Minanul Azis mengatakan, selama ini antusiasme masyarakat terhadap pendidikan di Ponpes An Najah sangat tinggi. Akan tetapi, pihaknya masih belum mampu menampung semua karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.

“Selama ini ada 650 santri, tetapi yang bisa tertampung baru 20 persen, karena tempatnya belum memadai,” katanya.

Minanul berharap kedepannya, pihaknya bisa mengembangkan sarana dan prasarana sehingga seluruh santri bisa tertampung di Ponpes An Najah. (apl/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!