Tunggu Momen Pilgub Jateng, Banyak Perantau Baru Mulai Balik

oleh

KENDAL, RAKYATJATENG – Lonjakan penumpang dari Pelabuhan Kendal mulai nampak. Sedikitnya ada ada 523 penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Kalibodri tujuan Kendal-Kumai (Kalimantan Tengah) baru melakukan arus balik. Mereka baru balik ke tempat kerja lantaran menunggu momen pilihan gubernur (27/6) lusa lalu.

Ratusan penumpang nampak memenuhi pelabuhan sejak pagi (28/6) kemarin. Mereka rata-rata berasal dari Kabupaten Wonosobo, Purworejo, Pekalongan, Kota Pekalongan, Tegal dan Pemalang. Para penumpang rata-rata membawa keluarga anak dan istrinya.

Seperti diakui Saryono, warga Wonosobo. Ia mengaku baru melakukan arus balik lantaran menunggu momen Pilgub Jateng 2018. Ia bersama istrinya harus mencoblos di TPS di tempatnya. “Selain itu menunggu liburan sekolah anak-anak juga masih panjang, hingga 15 Juli. Jadi anak-anak masih ingin berlama-lama di Jawa,” tuturnya.

Ia mengaku jika ia bersama istri dan tiga anaknya sudah lama tinggal dan menetap di Kalimantan. Kesehariannya ia dan istri bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan kelapa sawit. “Oleh perusahaan kami disediakan rumah tinggal, jadi anak-anak ikut dan sekolah di Kalimantan,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Martini, warga Purworejo. Ia mengaku berangkat bareng sesama rekan satu perusahaan sebanyak 20 orang. Hal itu karena baik tiket maupun armada kapal berikut angkutan dari Pelabuhan Kumai menunju tempat kerjanya sudah difasilitasi oleh perusahaan.

“Kami memang minta libur agak panjang, karena ada momen Pilgub Jateng. Perusahaan mengijinkan dan kami harus balik ke tempat kerja hari ini. Senin nanti sudah masuk kerja seperti biasa,” akunya.

Kepala Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat mengatakan untuk mengangkut 523 penumpang, 22 sepeda motor, kendaraan kecil (mobil) 12 unit, truk besar bermuatan barang satu unit dan truk   sedang bermuatan barang dua unit. “Ini dibawah toleransi kapasitas penumpang yang disarankan Kementerian Perhubungan maupun Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang. Jadi tidak ada masalah,” katanya.

Diakuinya, lonjakan penumpang memang tidak bisa diprediksikan. Hal itu terjadi karena libur lebaran tahun ini lebih panjang, ketimbang tahun lalu. “Penumpang selalu kami sesuaikan dengan kapasitas kapal, maksimal 610 penumpang. Kami tidak bisa mengangkut lebih karena izin dari KSOP memang sekian,” katanya.

Selain itu, KMP Kalibodri tidak berlayar setiap hari. Dalam sepekan hanya berlayar dua kali. “Jadi sebulan ini, hanya berlayar dua kali untuk arus balik. Kapal tujuan Kumai dari Pelabuhan Kendal baru satu unit ini. Sehingga memang tidak bisa setiap hari ada pemberangkatan,” tambahnya. (sm/bas/bud/ap/JPR/JPC)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.