Panwaslu Karanganyar Banjir Laporan Pelanggaran Pilkada

KARANGANYAR, RAKYATJATENG – Panitia Pengawas Pemilihan Umun (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengaku sempat kewalahan lantaran banyaknya laporan dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Ketua Panwaslu Kabupaten Karanganyar Kustawa Eyze mengungkapkan, laporan yang masuk ke pihaknya sebagain besar sebelum hari H pilkada pemilihan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah hingga bupati dan wakil bupati Karanganyar.

Rata-rata laporan yang masuk ke Panwas yakni terkait dengan pelanggaran pelaksanan pra pilkada, yakni seperti money politic hingga kampanye hitam (black campaign) yang dilakukan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab.

“Ada laporan terkait money politic yang dilakukan oleh salah satu pendukung pasangan calon, kemudian penyebaran pamflet berita yang menyudutkan pasangan calon. Itupun termasuk mobilisasi sejumlah ASN atau PNS,” terang Kustawa Eyse, Kamis (28/6).

Tak hanya itu saja, belasan orang yang sempat diduga melakukan black campaign di sejumlah wilayah juga diamankan, untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu dalam pilkada serentak di Bumi Intanpari, kekurangan kertas suara untuk pemilihan gubernur terjadi di wilayah Mojogedang.

”Kemarin ada temuan kurangnya surat suara sekitar 84 kertas suara, kemudian langsung kami laporkan ke panwas kabupaten. Sebelumnya juga sudah dikoordinasi dengan ketua PPS,” terang Ketua Panwascam Mojogedang, Utama. (rs/rud/fer/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono