Tak Undang Sekjen PAN ke Istana, Pramono Anung: PAN kan Belum Deklarasi

Mei 8, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung angkat bicara soal pertemuan sembilan sekretaris jenderal (sekjen) partai pendukung Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan yang digelar di kantor Sekretariat Kabinet (Seskab), kemarin (7/5) itu membahas soal pesan pemerintah yang harus disampaikan pada kader-kadernya.Hal itu juga sekaligus untuk membantu pemerintah menjawab berbagai isu yang dilancarkan lawan-lawan politik. Mengingat pemilu dan pilpres bakal digelar satu tahun lagi.Pramono yang mengakui pertemuan tersebut merupakan inisiatifnya sebagai seskab menuturkan, pertemuan itu adalah bagian dari konsolidasi karena pemilu sudah dekat. Terkait tujuannya, Pram menjelaskan, semua partai di kubu pemerintah harus paham atas apa yang ada di tubuh pemerintah.Baik itu soal apa yang sudah dikerjakan, capaian, maupun kekurangannya. Harapannya, hal tersebut bisa ditransformasikan kepada para kader partai untuk dijelaskan kepada masyarakat.”Nanti masing-masing partai punya caleg kurang lebih 15 ribu. Caleg juga sekaligus berfungsi menjadi juru kampanye bagi dirinya maupun bagi Presiden Jokowi,” ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor kemarin.Agar bisa menjawab berbagai tudingan yang dialamatkan kepada presiden, diperlukan konsolidasi. ”Mereka harus bisa memahami, mengetahui, menyampaikan, mengomunikasikan,” imbuhnya.Soal isu utang misalnya. Menurut dia, isu yang beredar saat ini jauh dari realitas. Saat ini negara dikesankan terancam bangkrut. Padahal, lanjut dia, utang Indonesia hanya 29 persen dari PDB. Atau jauh dari batas bahaya. Hal itu harus bisa disampaikan kepada publik.Soal PAN yang tidak diajak, Pramono menjawab diplomatis. Dia beralasan PAN belum menentukan sikap untuk mendukung Jokowi. ”Mungkin ada yang kelupaan. PAN kan belum deklarasi. Kalau yang lain sudah,” katanya.Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, pertemuan para Sekjen itu sangat penting. ”Sebagai pemantapan komunikasi politik guna menghadirkan kepemimpinan Presiden Jokowi di seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara,” terang dia seusai pertemuan tersebut.

Komentar