2 Bocah Hanyut di Sungai, 1 Ditemukan Tewas, 1 Masih Dicari

oleh

CIREBON, RAKYATJATENG – Dua bocah asal Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat hanyut terbawa arus saat hendak menyebrangi Sungai Jamblang, Minggu (29/4) sore. Kedua pelajar bernama Ahmad Soleh, 7, dan Suhendra, 8, itu hanyut saat mandi di Sungai Jamblang pada pukul 14.00 WIB.

Tim gabungan dari unsur Basarnas, BPBD, Polsek Klangenan dan dibantu oleh warga setempat melakukan penyisiran Sungai Jamblang sepanjang 500 meter.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tenggelamnya kedua bocah tersebut bermula saat korban hendak bermain ke Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok dengan cara menyeberangi sungai.

Awalnya, saat menyeberangi sungai diantarkan seseorang. Akan tetapi, usai bermain, kedua bocah itu tidak diantarkan lagi. Diduga, kedua bocah tersebut terpeleset hingga hanyut terseret arus sungai Jamblang.

Saksi mata sekaligus warga Serang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Sunadi, 41, mengaku kaget saat asyik memancing tiba-tiba melihat jasad seorang bocah mengambang di Sungai Jamblang.

Seketika ia pun langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Penemuan korban yang diketahui bernama Ahmad Soleh itu pada pukul 17.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Lagi mancing lihat ada jasad anak kecil, jadi saya langsung minta tolong sama warga,” ungkapnya, Minggu (29/4).

Dari informasi warga, sejumlah petugas terus melakukan pencarian korban hanyut dengan menggunakan perahu karet di Sungai Jamblang. Hingga saat ini, Suhendra masih dalam pencarian oleh tim petugas pencarian menggunakan perahu karet menyusuri Sungai Jamblang.

Sementara itu, Kapolsek Klangenan, AKP Sukhemi mengatakan, pencarian korban hanyut Suhendra terus dilakukan. Tim petugas akan kembali melanjutkan aktivitas pencarian korban pada Senin, (30/4) pukul 07.00 WIB.

“Kami terus mencari satu korban hanyut terseret arus sungai. Pencarian ini terus berlanjut sampai besok,” katanya. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.