Berburu Kuliner Legendaris Yogyakarta Saat Liburan Akhir Pekan

oleh

YOGYAKARTA, RAKYATJATENG – Berburu kuliner khas bisa menjadi pilihan untuk mengisi libur akhir pekan. Salah satunya adalah berburu kuliner legendaris yang ngangenin tapi sudah jarang ditemui.

Kuliner legendaris seperti jenang gempol, sate gajih, mangut lele, thiwul, gathot, sega abang dan lainnya memang bikin kangen. Untuk mengobati rasa rindu kuliner legendaris pada akhir pekan ini bisa datang ke Mandala Krida Yogyakarta.

Stan jenang gempol nampak antri oleh mereka yang rindu makanan ini. Kuliner yang rasanya manis khas gula aren ini memang banyak penggemarnya.

“Enak, langka juga, nyari ini sudah susah. Dulu waktu kecil banyak, sekarang jarang. Kangen rasanya,” kata salah satu pembeli jenang gempol, Sabtu (28/4).

Pembuat jenang gempol, Reni, mengaku kebanjiran pembeli. Dia harus memgambil lagi stok karena masih banyak pembeli yang rela menunggu. Padahal untuk membuat jenang gempol, membutuhkan waktu cukup lama.

“Ini gulanya kan gula asli gula aren, tepungnya dari beras yang digiling sendiri, tidak seperti tepung yang di toko-toko. Buatnya memang lama,” kata Rini.

Kuliner legendaris lain yang juga ramai adalah sate gajih. Sate gajih juga mempunyai rasa yang khas. Ada juga stan mangut lele yang juga ramai pengunjung.

Event yang menampilkan berbagai kuliner legendaris dan kuliner populer ini diadakan oleh para pelaku usaha kuliner di Yogyakarta yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Boga Indonesia (AsPBI).

“Selain wisata alam dan budaya, potensi wisata kuliner di Yogya ini cukup tinggi. Ini bisa menjadi daya tarik wisata sendiri,” kata Ketua AsPBI, Yoyok Hery Wahyono.

Kuliner di Yogya, lanjut Yoyok, sangat bervariasi dan memiliki rasa yang khas. Bahkan tempat-tempat kuliner di Yogya yang lokasinya terpencil sekalipun pun tetap dicari. Hal tersebut membuktikan bahwa ketika produk kuliner punya cita rasa khas dan enak maka tempat tidak jadi hambatan dan akan tetap dicari.

Meski saat ini banyak makanan-makanan kekinian populer tetapi makanan klasik tetap memiliki penggemar. Makanan kekinian hanya untuk life style dan tidak memiliki daya tahan lama.

“Pengamatan saya yang bisa long term itu ya makanan klasik, kayak gudeg, bakmi, mangut lele, thiwul,” katanya. (dtc)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.