Perbaiki 533 Rumah Rusak Pascagempa, Pemkab Banjarnegara Anggarkan Rp15 Juta per Unit

oleh

BANJARNEGARA, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur pascabencana gempa bumi di Kecamatan Kalibening.

Hal ini ditegaskan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

“Masa rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan secepatnya. Jadi setelah saya pulang rencananya nanti saya akan membuat surat keputusan, langsung kita kerjakan,” katanya saat meninjau Posko Lapangan Penanganan Darurat Bencana Gempa di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Kamis (26/4).

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan mengerjakan yang ringan-ringan lebih dahulu sehingga setelah selesai, masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Menurut dia, bagi warga yang rumahnya hancur atau rusak berat akibat gempa yang terjadi pada tanggal 18 April 2018, tidak menutup kemungkinan akan dititipkan kepada warga lainnya yang rumahnya sudah selesai diperbaiki.

Bupati mengatakan pihaknya pada tanggal 24 April telah memperpanjang masa tanggap hingga 30 hari.

“Kami memperpanjang masa tanggap darurat karena pengungsi sampai sekarang masih menumpuk, kurang lebih sekitar 2.000 orang,” katanya.

Ia mengakui jika saat ini ada sebagian pengungsi yang telah kembali ke rumah masing-masing karena sudah merasa tenang dan tidak trauma.

Selain itu, kata dia, kondisi di sekitar Kecamatan Kalibening khususnya wilayah terdampak gempa, yakni Desa Kasinoman, Plorengan, Kertosari, dan Sidakangen mulai stabil.

“Rencana awal, kami akan melakukan pembenahan rumah-rumah yang rusak ringan terlebih dahulu. Kalau (rumah) yang rusak-rusak ringan ini sudah beres, sebagian pengungsi bisa kembali ke rumahnya,” tegas Bupati.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 533 rumah yang mengalami kerusakan.

“Kemarin sebanyak 528 rumah, tahu-tahu bertambah lagi karena ternyata di Desa Kalibening ada lima rumah yang rusak. Jadi sekarang ada 533 rumah,” jelasnya.

Menurut dia, Pemkab Banjarnegara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 juta per rumah, baik rusak ringan, sedang, maupun berat.

Selain itu, kata dia, bantuan untuk perbaikan rumah juga telah disiapkan oleh pemerintah provinsi maupun pusat.

Disinggung mengenai ancaman bencana longsor yang berpotensi terjadi pascagempa, Bupati mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami mohon masyarakat untuk tetap tenang karena Insya Allah ke depan sudah normal kembali, jangan terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar. Berkoordinasilah dengan BPBD,” tegasnya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.